Aling Keluhkan Bayar Rp100 Ribu untuk Ambulans Negara

135

SEKADAU, LK – Aling, pasien Puskesmas Selalong, Kecamatan Sekadau Hilir, tidak bisa menggunakan Ambulans Puskesmas, saat hendak dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekadau. Masalahnya hanya karena Aling tidak memiliki uang Rp100 ribu.

“Saya peserta BPJS Kesehatan, dan saat itu tidak bawa uang sepeser pun. Maksud saya dan keluarga antar dulu, bayarnya menyusul. Ini malah tidak direspons petugas Puskesmas,” kata Aling, yang merupakan warga Selalongm, saat ditemui lawangkuari.com, Rabu (11/01/2017).

Menurut Aling, kejadian ini sangat disesalkannya. Ia mengatakan, Ambulans milik negara ternyata tidak bisa tolong warga yang membutuhkannya. Diketahui, Ambulans merupakan kendaraan transportasi yang digunakan untuk operasional antar jemput pasien dari Fasilitas Kesehatan (Faskes) tingkat satu ke Faskes tingkat dua. Keberadaan Ambulans untuk mempercepat penanganan pasien.

“Kejadiannya pada 28 Desember 2016. Saya terkena musibah digigit lipan di tangan kiri. Cemas dengan dampak gigitan itu, saya bergegas ke Puskesmas sekitar pukul 22.00 WIB. Saat ditangani petugas Puskesmas, keadaan saya memang mulai membaik,” paparnya.

Namun, ia tetap berkeinginan dirujuk ke RSUD Sekadau untuk memastikan bahwa kondisinya semakin baik, karena penanganan medis di RSUD lebih terjamin. Ternyata, petugas Puskesmas meminta tarif Rp100 ribu untuk biaya rujuk ke RSUD. Petugas tersebut menjelaskan bahwa ongkos Ambulans tidak ditanggung BPJS Kesehatan.

Aling mengaku kecewa dengan pelayanan Puskesmas Selalong. Dia berharap, petugas puskesmas lebih mengedepankan pertolongan kepada pasien terlebih pasien itu adalah peserta BPJS Kesehatan. (asm/am8)

LEAVE A REPLY