Sekadau Bakal Miliki TPU Lintas Etnis sebagai Wujud Perekat Persatuan Masyarakat

7643
ZIARAH - Ahli waris berziarahke makam. Kabupaten Sekadau akan memiliki Taman Pemakaman Umum (TPU), yang bisa dimanfaatka oleh semua etnis dan kalangan di Bumi Lawang Kuari.

SEKADAU, LK – Masyarakat di Kabupaten Sekadau boleh berbangga hati. Kabupaten berjuluk Bumi Lawang Kuari ini akan segera memiliki Tempat Pemakaman Umum (TPU), yang merangkum semua etnis.

Rencana TPU itu santer dibicarakan di sejumlah kalangan, mereka mengapresiasi rencana tersebut, termasuk DPRD Sekadau. Kalangan legislatif ini berharap rencana ini bisa didukung oleh semua pihak.

“Ada pengusaha Sekadau, yang mau mewakafkan tanahnya untuk TPU tersebut, apabila ini terwujud, maka menjadi sejarah tersendiri,” kata Markus, satu di antara anggota DPRD Sekadau, kepada lawangkuari.com, Rabu (1/2/2017).

Saat ini, kata Markus, proses wakaf tersebut tengah diurus. Adapun lokasinya ada di Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir. “Luasnya cukup lebih dari lima hektar,” papar Markus.

Menurut Markus, selain wakaf untuk pemakaman, yang bersangkutan juga memiliki keinginan mewakafkan tanahnya kepada Pemkab, untuk pembangunan museum.

“Ini sebuah hal yang membanggakan dan bisa menjadi contoh bagi pengusaha lainnya di Sekadau. Sebagai wakil rakyat, saya sangat mengapresiasi rencana mulia ini,” paparnya.

Sang pengusaha, Edy Chandra yang dikonfirmasi terpisah membenarkan rencana mewakafkan tanah untuk pemakanan dan museum. Ia mengakui bahwa niat ini sudah sejak lama.

“Wakaf untuk TPU sudah lama, ya sekitar 2014 lalu. Namun, baru sekarang bisa terealisasi. Saya juga akan mewakafkan tanah untuk pembangunan museum,” ujar pria yang akrab disapa Achung ini.

Terkait soal penggunananya, Achung menyerahkan sepenuhnya kepada Pemkab. Ia hanya berharap, bisa jadikan TPU untuk semua etnis yang ada, sehingga nantinya TPU ini menjadi satu di antara wujud persatuan dan kesatuan di Bumi Lawang Kuari.

“Semua umat dan suku yang ada di Kabupaten Sekadau bisa dimakamkan di TPU tersebut, Islam, Katholik, Protestan, Hindu, Budha, Konghucu, semuanya kumpul,” pungkas Achung. (asm)

LEAVE A REPLY