Anggota DPRD Berharap Subsidi Listrik Tepat Sasaran

691
ANGGOTA DPRD - Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sekadau Teguh Arif Hardianto menuturkan, Ketua DPW Partai Nasdem Kalbar, Syarif Abdullah Alkadrie, didorong untuk maju ke Pilgub Kalbar 2018.

SEKADAU, LK – PLN akan mencabut subsidi listrik terhadap pelanggan rumah tangga keluarga mampu. Pencabutan ini dilakukan secara bertahap, yakni mulai Januari, Maret dan Mei tahun ini. Setidaknya 12.936 pelanggan di Kabupaten Sekadau akan dicabut subsidinya.

Pencabutan ini dilakukan sebagai upaya pemerataan subsidi itu sendiri dan untuk pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah. Namun, bagi pelanggan yang tidak mendapatkan subsidi, bisa melapor ke kantor desa atau kelurahan setempat. Diharapkan subsidi listrik bagi masyarakat tepat sasaran dan PLN juga diharapkan untuk dapat meningkatkan kinerjanya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sekadau Teguh Arif Hardianto menuturkan, pencabutan subsidi listrik tentu menjadi dilema. Apalagi, kata dia, ditambah dengan kondisi ekonomi masyarakat yang terpuruk dengan dicabutnya subsidi listrik tentu akan semakin memberatkan masyarakat.

“Untuk itu kebijakan pencabutan subsidi listrik harus tepat sasaran. Disatu sisi, dengan subdisi tersebut tentunya membebani keuangan negara ditambah kondisi APBN yang bisa dikatakan tidak sehat seperti saat ini,” ujar Teguh.

“Pengalihan subsidi itu harus benar-benar dilakukan dan harus bisa dirasakan oleh masyarakat,” lanjutnya.

Politisi Partai Nasdem mengatakan, tentu masyarakat yang dicabut subsidi listriknya menjadi kecewa. Untuk itu, ia meminta agar PLN dapat meningkatkan kinerjanya untuk bisa mengobati rasa kecewa masyarakat dengan dicabutnya subsidi listrik itu.

“Jangan sering byarpet, kalau lampunya, menyala kinerja PLN baik tentu bisa mengobati kekecewaan masyarakat,” papat Teguh.

Manager PLN Ranting Sekadau Risky Ramdhan Yusup menuturakn, saat ini jumlah pelanggan di Kabupaten Sekadau berjumlah 30.192 pelanggan. Adapun, kata dia, rincian tersebut yaitu 8.504 pelanggan daya R-1 450 VA dan 15.406 pelanggan daya R-1 900 VA.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang telah didapatkan pada awal tahun 2016, terdapat pelanggan daya R-1 900 VA yang tetap mendapatkan subsidi. Sedangkan, sebanyak 12.936 pelanggan akan dicabut subsidinya.

“Pencabutan subsidi akan dilakukan secara tiga taha, yakni pada Januari, Maret dan Mei. Masing-masing tahap naik sebesar 32 persen,” jelasnya saat dikonfirmasi lawangkuari.com.

Ia menuturkan, bagi pelanggan PLN yang tidak mendapatkan subsidi dan akan melakukan pengaduan bisa melapor ke kantor desa atau kelurahan dengan mengisi formulir pengaduan. Kemudian, kata dia, pihak desa atau kelurahan akan membawa ke kecamatan untuk selanjitnya diinput ke aplikasi pengeaduan kepersertaan subsidi listrik.

“Kemudian data tersebut akan ditindaklanjuti oleh posko pengaduan pusat. Akan ada umpan baliknya berupa jawaban atas pengaduan yang dapat dibaca oleh kantor kecamatan,” ucapnya. (asm)

LEAVE A REPLY