Bupati Berharap Workshop Penyusunan IKU Bisa Katrol Posisi Pemkab dalam Evaluasi Hasil Akuntabilitas Kinerja

580
BUKA WORKSHOP - Bupati Rupinus, membuka Workshop Penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU) Kabupaten Sekadau di Hotel Kini, Pontianak, Kamis (9/3/2017). Ia berharap, dengan workshop ini, Pemkab bisa meningkatkan kinerjanya, dan target dua tahun ke depan, hasil evaluasi atas akuntabilitas kinerja, harus berada pada posisi ‘B’.

PONTIANAK, LK – Bupati Sekadau Rupinus, membuka Workshop Penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU) Kabupaten Sekadau di Hotel Kini, Pontianak, Kamis (9/3/2017).

Diharapkan dengan workshop ini, jajaran Pemkab bisa meningkatkan kinerjanya, dan mnapai target dua tahun ke depan, yaitu hasil evaluasi atas akuntabilitas kinerja, berada di posisi ‘B’.

Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Bupati Sekadau, Aloysius, Asisten dan Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Camat dan para peserta lainnya.

Kegiatan ini diisi oleh dua nara sumber, yaitu Asdep Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Wilayah II, Nadimah, dan Kabid koordinasi Pelaksana Kebijakan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Wilayah II, Endang Purwaningsih.

Rupinus, dalam sambutannya mengatakan, pembangunan yang dilaksanakan melalui pelaksanaan program dan kegiatan, diharapkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat. Untuk mewujudkan hal itu, kata dia, Pemkab harus menerapkan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, mulai dari perencanaan hingga evaluasi.

“Prinsip Good Governance atau pemerintahan yang baik, merupakan komitmen yang mutlak dalam penyelenggaraan pemerintahan dengan bercirikan profesionalisme, transparan, efektif, efisien akuntabel dan demokratis,” ujarnya.

Menurut Rufinus, sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat atas kinerja Pemkab, perlu suatu pengukuran kinerja, untuk menunjukan apakah sasaran telah berhasil dicapai. Agar sasaran kegiatan dan program berjalan efektif, efisien dan optimal maka ditetapkan suatu pengukuran indikator kinerja utama yang menjadi prioritas Pemkab.

“Penetapan indikator kinerja utama Pemkab Sekadau, adalah bertujuan memperoleh informasi kinerja yang penting dan terukur dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan. Selain itu, memperoleh ukuran keberhasilan dari pencapaia sytau tujuan dan sasaran strategis yang digunakan untuk peraikan dan peningkatan akuntabilitas kinerja,” papar Rupinus.

“Indikator kinerja utama (IKU) adalah ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis. Penetapan IKU harus memenuhi karakteristik dan kriteria,” ujar pria yang juga lulusan Magister Universitas Indonesia itu.

Orang nomor satu di Bumi Lawang Kuari itu mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi atas akuntabilitas kinerja instansi pemerintah tahun 2016. Oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB), Kabupaten Sekadau masih ada di posisi ‘C’.

Penilaian ini, kata dia, menunjukan tingkat efektifitas dan efisiensi enggunakan anggaran masih sangat rendah jika dihungkan dengan capaian kinerja. Maka workshop yang dilakukan dua hari ini, merupakan langkah awal dalam upaya untuk menerapkan Sistem Akuntabilitas Kinerja Intansi Pemerintahan (SAKIP) secara intensif.

“Workshop akan mereview kembali rumusan dari unsur-unsur kunci dalam perencanaan, sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2016-2021,” pungkasnya. (hms)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY