Partai Nasionalis-Religius, Ekspansi ke Pelosok Sekadau, untuk Meraih Kursi di DPRD

1214
DPC PKB - Ketua DPC PKB kabupaten Sekadau, Sirajudin, bertekad membawa partai nasional-relijius ini jadi partai besar pada Pileg 2019, dengan meraih kursi di DPRD Sekadau,setidaknya satu kursi di detiap Dapil.

SEKADAU, LK – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sekadau, Sirajudin mengungkapkan, partai yang dipimpinnya terus memperluas ekspansi untu mendapatkan dukungan dari semua pihak. Ekspansi ini dilakukan  hingga ke seluruh wilayah Bumi Lawang Kuari.

“2017, adalah tahun kerja untuk memperluas cakupan, dengan rekrutmen kader. Kita mencari sosok-sosok potensial sebagai kader militan yang siap berjuang,” kata Sirajudin, saat ditemui lawangkauri.com, Kamis (9/3/2017).

Sebagai partai nasionalis-religius, bukan perkara mudah mengembangkan dan kaderisasi kader dan simpatisan hingga ke pelosok. Namun, dengan semangat perjuangan membesarkan partai, maka Sirajudin dan tim pantang menyerah begitu saja.

Beberapa cara yang dilakukan adalah menggaent tokoh-tokoh pemimpin, yang berjiwa nasionalis an relijius, yang bisa hadir di tengah-tengah masyarakat.

“PKB mengutamakan pluralitas, yang mengakui bermacam suku etnis dan agama. Perbedaan dan karakteristis yang beraneka ragam, menjadi modla pembangunan dalam satu kesatuan,” ujarnya.

“Ini merupakan pekerjaan rumah yang extra, agar ke depannya, partai yang saya ketuai ini, terus berkembang lebih pesat, minimal anggotanya bertambah,” papar Bujang, sapaan akrab Sirajudin.

Bujang bertekad PKB Sekadau bisa meraih suara signifikan, mengingat PKB sebagai partai nasional, dan bukan merupakan partai agama. Ia menargetkan PKB bisa mendapat kursi di DPRD Sekadau.

“Mari bergabung dan membesarkan PKB. Karena sudah banyak tokoh dari beda etnis dan agamamis jadi anggota DPR maupun DPRD yang menggunakan perahu PKB,” katanya.

“Pileg yang lalu, kita memang belum mendapat kursi di DPRD sekadau, namun, pada Pileg mendatang, 2019, kita optimis bisa meraih kursi tersebut,” lanjutnya.

“Kalau bisa setiap Dapil, bisa meraih kursi. Dengan kursi-kursi tersebut akan menjadi sarana perjuangan dan dakwa PKB di masyarakat,” tutur Bujang.

Partai yang dibidani oleh Kyia Haji Abddurahman Wahid atau Gusdur ini, merupakan Parpol yang berideologi konservatisme di Indonesia. Partai ini didirikan di Jakarta, 23 Juli 1998 bertepatan 29 Rabi’ul Awal 1419 H. Saat itu, jajaran pimpinan Nahdlatul Ulama(NU), seperti Munasir Ali, Ilyas Ruchiyat, dan A Mustofa Bisri, menjadi deklarator.

“Di tangan Muhith Muzadi, PKB jadi partai nasionalis, yang membedakan suku dan agama. Jadi, kita adalah Indonesia yang beragam, berbagai kalangan, dan itu menjadi ciri khas PKB. Kita harus pertahankan ini dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang menjadi harga mati,” tutupnya. (asm)

LEAVE A REPLY