Paulus Ugang Takjub Lihat Asrinya SMPN 5 Nanga Taman

866
FOTO BERSAMA - Camat Nanga Taman, Paulus Ugang dan Kapolsek IPDA I Nengah Mulyawan, berfoto di depan papan nama SMPN 5. Ugang dan Kapolsek berkunjung ke SMPN 5, yang terletak di Desa Lubuk Tajau. Dalam kunjungan ini Ugang terpesona dengan keadaan dan kondisi SMPN 5.

NANGA TAMAN, LK – Camat Nanga Taman, Paulus Ugang, takjub dan bangga dengan SMPN 5. Walau berada di pedalaman, ternyata sekolah ini penuh pretasi. Bangunan yang bagus, indah, asri, sejuk, dan bersih, menjadi nilai tersendiri.

Kekaguman ini disampaikan Ugang saat berkunjung ke SMPN 5, yang terletak di Desa Lubuk Tajau. Kunjungan ini merupakan program mingguan dan bagian dari LESTARI, yang digagas oleh sang camat. Ia ditemani oleh Kapolsek Nanga Taman, IPDA I Nengah Mulyawan.

Kunjungan spontanitas ini juga merupakan Sidak singkat ala Ugang ke sekolah dan desa di Bumi Cidayu. Saat lawangkuari.com mewawancarainya, ia pun mengakui bangga dengan keadaan di skolah tersebut.

“Saya akui, terkejut melihat suasana dan kondisi SMPN 5. Awalnya saya mengira sekolah yang ada berada di Hulu Sungai Mentuka, sama seperti sekolah kampung pada umumnya. Namun faktanya justru sebaliknya,” paparnya.

Lingkungan sekolah bersih, suasana kampung yang hijau dan bangunan fisiknya, tidak kalah seperti sekolah di kota kecamatan pada umumnya. Dan yang pastinya prestasinya sudah level nasional. Menurutnya, ia sangat bangga.

Pada kunjungan kali ini, ia meyampaikan pesan ke siswa SMPN 5 untuk tetap menjaga kebersihan, baik diri sendiri maupun lingkungan rumah serta sekolah, karena akan mempengaruhi prestasi. Selain itu, tak lupa ia sampaikan bahwa sekolah perlu perjuangan dan pengorbanan. Serta tak lupa berdoa untuk menggapai apa yang dicita-citakan.

“Sekolah perlu perjuangan dan pengorbanan. Jangan lupa berdoa untuk menggapai cita-cita. Jadilah generasi yang cerdas dan religius,” katanya.

Sementara itu, IPDA I Nengah Mulyawan, Kapolsek Nanga Taman mengatakan, bahwa generasi muda harus bebas dari Narkoba, Miras serta pergaulan bebas. Ketiga hal itu akan merusak masa depan.

“Narkoba, Miras dan pergaulan bebas merusak masa depan. Sekali terjerumus, susah untuk keluar dari lingkaran perusak itu” kata ayah dua anak ini.

Nengah juga mengatakan bahwa generadi muda jangan mudah menyerah dan harus tetap berjuang untuk menggapai cita-cita. Ia mencontohkan dirinya yang terlahir dari keluarga petani. Namun, karena semangat pantang menyerah, latar belakang keluarga petani tidak menghalangi dirinya untuk berprestasi.

Abang M Firman, Wakil Kepala SMPN 5 mengucapkan terima kasih atas kunjungan dua unsur Fokopimka Nanga Taman ini. Ia berharap siswa termotivasi mendengarkan pemaparan dari ke dua orang penting ini.

“Terima kasih atas kunjungannya, dan mudah-mudahan siswa termotivasi atas pemaparan tersebut,” ujar Abang yang juga pemerhati kearifan lokal Sekadau ini.

Abang menambahkan bahwa sekolah tidak mempersiapkan apa-apa dari kunjungan yang sifatnya mendadak ini.

“Kedua unsur Fokopimka ini bisa melihat keadaan sekolah sebenarnya dan kegiatan belajar mengajar secara orisinil tanpa ada setingan,” paparnya.

Disela-sela kunjungan itu, Camat dan Kapolsek Nanga Taman ditemani Kades dan Ketua BPD Lubuk Tajau, serta dewan guru menyempatkan diri membersihkan makam Temenggung Panglima Ayup.

Makam yang terletak di sebelah gedung SMPN 5 ini, telah berusia empat abad lebih, dan merupakan makam tertua di Bumi Cidayu. (abg)

LEAVE A REPLY