Warga Pakit Mulau Butuh Bantuan untuk Lestarikan Permainan Tradisional

579
PANGKAK GASING - Panitia Lomba Pangkak Gasing, Dusun Kedang Bungkang, Desa Pakit Mulau, Kecamatan Belitang Hulu. Mereka terus melestarikan berbagai permainan tradisional. Caranya adalah dengan menyelenggrakan Lomba Pangkak Gasing, pada 3-15 April 2017.

SEKADAU, LK – Warga Dusun Kedang Bungkang, Desa Pakit Mulau, Kecamatan Belitang Hulu, terus melestarikan berbagai permainan tradisional. Caranya adalah dengan menyelenggrakan berbagai event.

Satu di antara event yang akan dilakukan adalah Lomba Adu Gasing atau sering di kenal dengan nama lomba Pangkak Gasing, pada 3-15 April 2017 di lapangan Sepakbola Dusun Kedang Bukang. Namun, kegiatan ini terbentur dengan ketersediaan dana, sehingga panitia meminta Pemkab bisa memberikan perhatiannya.

“Demi kelancaran Lomba Pangkak gasing, kami mengajukan proposal bantuan kepada pejabat Pemkab Sekadau. Agar mereka perhatian denga kegiatan ini,” kata Duansa, koordinator Seksi Usaha Dana Lomba Pangkak Gasing, Dusun Kedang Bungkang, Desa Pakit Mulau, saat ditemui lawangkuari.com, Jumat (18/3/2017).

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Lomba, Awing terselenggaranya kegiatan adalah atas dasar pemikiran para pemuda dan tokoh adat seni dan budaya, serta seluruh masyarakat Dusun Kedang Bukang. Lomba ini akan melibatkan beberapa desa di Belitang Hulu.

“Seiring perkembangan zaman dan era teknologi modern, generasi muda kita lupa akan permainan rakyat seperti Pangkak Gasing. Karena mereka lebih asik memainkan game dan bentuk permainan online lainnya dari media internet,” ujar Awing.

Awing menceritakan, pada zaman dahulu, kakek moyang Suku Dayak khususnya Mualang di Belitang Hulu, menjadikan gasing tidak sekedar permainan belaka. Namun gasing dianggap permainan yang harus di lakukan warga masyarakat saat hendak berladang.

“Gasing harus dimainkan pada saat padi di Uma (ladang atau sawah), mulai berisi hingga panen. Hal wajib, karena untuk memecahkan kandung padi, yang bertujuan supaya padi di ladang bisa mengeluarkan tangkai dan menghasilkan buah padi yang baik,” ceritanya.

Didasari dengan keinginan untuk mengangkat kembali tradisi dan budaya, maka lomba seni permainan tradisonal rakyat di ujung hulu Kabupaten Sekadau, yaitu Belitang Hulu, maka masyarakat sekitar menyelenggarakannya.

“Kita sudah mengundang masyarakat di beberapa desa sekitar, antara lain Desa Terduk Dampak, Desa Bukit Rambat, Desa Tabuk Hulu, dan Desa Pakit Mulau sebagai tuan rumah penyelengara. Ada pun lomba akan dimulai pada 3-15 April 2017 di lapangan Sepakbola Dusun Kedang Bukang,” paparnya.

Awing menambahkan, hasil kesepakatan panitia penyelenggara, ada beberapa syarat yang harus di penuhi peserta lomba. Di antaranya menyiapkan gasing sendiri lengkap dengan tali pemutar. Gasing terbuat dari kayu, satu regu beranggotakan 5 orang.

Gasing tidak boleh berlapis besi dan barang keras lainnya. Kemudian sejak dimulainya permainan, peserta tidak boleh ganti gasing, bisa diganti namun harus ada persetujuan wasit dan panitia, yaitu saat gasing peserta rusak hingga lebih dari 30 persen.

“Lomba akan dilakukan dengan sistem gugur. Poin dihitung berdasarkan adu pangkak gasing. Satu lawan satu dari lima peserta dalam satu tim, satu orang dinilai dengan sepuluh poin, kemudian pemenang grup akan diadu dengan pemenang grup yang dinyatakan pemenang,” kata Awing.

Panitia menydiakan berbagai hadian menarik, yaitu juara pertama mendapatakan Rp1 Juta. Juara kedua Rp700 ribu, dan juara tiga Rp 500 ribu. “Bagi yang berminat bisa langsung menghubungi panitia pelaksana, Duansa, nomor kontak, 082210036518,” ujarnya.

Lifi, salah satu Tokoh masyarakat Kedang Bungkang menambahkan, secara umum, lomba permainan Pangkak Gasing terbuka untuk masyarakat sekitar Desa Kecamata, Belitang Hulu. Tujuannya, tidak semata untuk mengenalkan, namun juga mengembangkan dan mendekatkan jenis permainan Pangkak Gasing pada masyarakat secara luas.

“Mudah-mudahan Lomba Pangkak Gasing yang pertama di Kecamatan Belitang Hulu, khususnya Desa Pakit Mulau bisa berjalan sukses,” tutur Lifi. (asm)

LEAVE A REPLY