Tim I Siap Limpahkan Berkas Dugaan Praktik Pungli di Steigher Kapuas ke Kejaksaan

763
OTT PUNGLI - Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Tim Satgas Saber Pungli) berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), Jumat (10/3/2017) sore. OTT ini dilakukan terhadap Retribusi Ilegal pada jasa penyandaran motor air di dermaga atau Steigher Kapuas, di Kecamatan Sekadau Hilir.

SEKADAU, LK – Kasus dugaan Pungutan Liar di Steigher Penyeberangan Kapuas, Sekadau Hilir, terus diusur oleh Tim Saber Pungli Kabupaten Sekadau. Kasus ini ditangani oleh tim I Saber Pungli Polres Sekadau.

Tim memastikan kasus ini akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan. Pasal yang dikenakan terhadap oknum yang diperiksa, disesuaikan dengan fakta-fakta, keterangan saksi, keterangan ahli surat dan beberapa petunjuk.

Kasat Reskrim Polres Sekadau, IPTU Muhammad Resky Rizal mengatakan, konstruksi pasal yang akan diterapkan pada kasus tersebut akan disesuaikan dengan fakta-fakta. Selain itu juga disesuaikan dengan keterangan saksi, keterangan ahli, surat dan petunjuk sebagaimana dalam pasal 184 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

“Yang menjadi penting di sini, yaitu semangat pemberantasan Pungli di Sekadau terus digalakan. Kasus ini bisa jadi pembelajaran, karena Pungli adalah musuh bersama di manasa saja, bahkan sudah jadi atensi Presiden,” ujarnya.

BACA JUGA :Oknum Dishub Pelaku Pungli Steigher Kapuas Berlindung pada Perda

Kejari Sekadau pun masih menunggu pelimpahan dari kepolisian, untuk mengungkap kasus tersebut. Menurut Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Sekadau, Andi Salim, pihaknya memastikan akan memproses apapun kasusnya, namun sesuai dengan pelimpaan berkas dari Kepolisian.

BACA JUGA : Bongkar Penarikan Retribusisi Ilegal Penyandaran Motor Air, Tim Satgas Saber Pungli Sekadau Didukung Berbagai Pihak

“Kami masih menunggu pelimpahan dari kepolisian. Kalau sudah diserahkan, kemudian akan kami lanjutkan pemeriksaannya. Apakah nanti masuk kategori Pungli atau Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), tergantung Kepoisian yang menyidik,” ujarnya, saat ditemui lawangkuari.com, beberapa waktu lalu.

Andi menuturkan, bersama Kepolisian, Kejaksanan juga saat itu ikut OTT oknum di Dermaga Penyeberangan Kapuas, Kecamatan Sekadau Hilir. Apalagi, kata dia, pihaknya juga masuk dalam anggota Tim Satgas Saber Pungli Kabupaten Sekadau.

Ia menilai kasus tersebut sudah bisa dikatakan Pungli dari bukti-bukti yang ditemukan di lapangan.

“Karena tidak ada sarana kontrol, seperti tiket, timer dan juga pungutan tidak sesuai Perda. Kasus ini harus menjadi pembelajaran, bahwa Tim Saber Pungli yang dikukuhkan Bupati sesuai intruksi Presiden berjalan sesuai aturan yang berlaku,” ucapnya. (asm)

LEAVE A REPLY