10 Praja IPDN Praktik Urus Batas Desa Di Nanga Mahap

735
PPL - 10 Praja Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Kalbar, yang mewakili beberapa provinsi di Indonesia, menunaikan praktik pendidikan di Kecamatan Nanga Mahap. Mereka siap membantu mengurus status tapal batas desa-desa di wilayah adminitrasinya masing-masing.

NANGA MAHAP, LK – Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Kalbar, yang mewakili beberapa provinsi di Indonesia, menunaikan praktik pendidikan di Kecamatan Nanga Mahap. Mereka siap membantu mengurus status tapal batas desa-desa di wilayah adminitrasinya masing-masing.

Hal itu disampaikan, pendamping Praja IPDN Kecamatan Nanga Mahap, Abdul Rahman. Menurutnya, tujuan dari Praktek Pembelajaran Lapangan (PPL) ini adalah untuk memberikn pembelajaran kepada mahasiswa IPDN itu sendiri.

“PPL merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu poin ke tiga, Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM),” kata Abdul, kepada lawangkuari.com. Selasa (21/3/2017).

Menurutnya, ada beberapa hal, yang harus dilakukan mahasiswa PPL. Misalnya di bidang urusan pemerintahan, urusan pembangunan, urusan kemasyarakatan, dan mempelelajari program khusus, di tempat tugas.

“Secara keseluruhan ada 11 orang yang terlibat dalam PPL ini. Satu Pendamping, tiga Praja perempuan dan tujuh Praja laki-laki. Sementara PPL-nya 21 hari,” ucapnya.

Ia melanjutkan, tentunya dengan PPL ini, diharapkan mahasiswa bisa membantu pihak kecamatan. Selain itu, mereka juga mendapatkan ilmu secara langsung, dan terkait dengan teori-teori yang sudah didapat selama klasikal di kelas-kelas.

“kami mengimbau masyarakat, agar bisa bekerjasama dengan para praja ini. Jika anak atau saudara di Nanga Mahap, mau mendaftar ke IPDN, kami siap membantu,” papar Abdul.

Camat Nanga Mahap, Hermanto mengatakan, dalam hal ini pihak kecamatan memang sebagai pembina, dalam melaksanakan tugas-tugas di antaranya. Ia berharap, para praja bisa bersosialisasi dan mengenal, terutama cara mengurus masyarakat.

“Dan tentu apa yang mereka dapatkan dalam proses pembelajaran tersebut bisa berguna bagi diri mereka sendiri. Dan kita ketahui bahwa mereka-mereka ini adalah kader pemimpin masa depan menggantikan kita yang sudah tua-tua ini,” ujarnya.

Hermanto yakin, jika mahasiswa IPDN ini ketika dalam pembelajaran benar-benar, maka akan menjadi orang yang berguna. Ia menuturkan, bahwa problem di kecamatan sangat kompleks. Terutama dalam permasalahan tapal batas desa.

“Nah, tugas baru yang akan diemban oleh mereka adalah seperti pendataan Rupa Bumi, unsur buatan. Mereka akan digembleng ke lapangan di desa-desa, agar memahami apa yang Pemerintah Desa (Pemdes) lakukan sebagai ilmu tambahan,” pungkasnya. (ags)

LEAVE A REPLY