Muslimin Ajak Teladani Jejak Langkah Rasulullah, Melalui Peringatan Maulid Tradisional di Sungai Sambang

432
ANGGOTA DPRD SEKADAU - Muslimin, Anggota DPRD Kabupaten Sekadau, bersama Istri dalam satu kesempatan. Ia menyambut baik kegiatan Maulid Tradisional tersebut. Dikatakannya, momentum tersebut juga sebagai ajang untuk bersilaturahmi bersama dengan masyarakat khususnya yang berada di Desa Sungai Sambang.

SEKADAU, LK – Masyarakat Muslim Desa Sungai Sambang, Kecamatan Sekadau Hulu, sangat antusias mengikuti perayaan Maulid Tradisional, Senin (20/3/2017). Kegiatan tersebut dijadikan sebagai momentum untuk memperat tali silaturahmi bersama masyarakat.

Hadir pula dalam kegiatan ini, Anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Muslimin. Ia menyambut baik kegiatan Maulid Tradisional tersebut. Dikatakannya, momentum tersebut juga sebagai ajang untuk bersilaturahmi bersama dengan masyarakat khususnya yang berada di Desa Sungai Sambang.

“Kegiatan seperti ini tentunya sangat baik dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Ini juga sebagai momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW,” ujarnya, kepada lawangkuari.com.

Muslimin meminta, dengan adanya peringatan ini, maka masyarakat Muslim, bisa menjauhikan diri dari Penyakit Masyarakat (Pekat). Sebab, kata dia, jika hal itu dilakukan tentunya akan berdampak negatif tak hanya bagi diri sendiri tapi juga orang lain.

“Melalui kegiatan ini, mari mengenang jasa Nabi SAW, yang begitu besar. Menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk mengenang dan bukan hura-hura,” papar Legislator Partai Golkar ini.

Momentum tersebut, kata dia, juga bagaimana menjadikan Nabi sebagai suri tauladan bagi umat. Sudah sewajarnya, kata dia, Umat Islam mengenang jasa Nabi Muhammad, dan menjadikan jejak langkahnya sebagai panduan kehidupan sehari-hari.

“Bagaimana menjadikannya sebagai suri tauladan yang tidak pernah mencela dan selalu menjaga kerukunan. Sehingga beda pandangan, beda pendapat bukan menjadi halangan untuk menjaga kerukunan antar umat beragama,” kata dia.

Ia juga meminta, agar masyarakat Desa Sambang, tidak terpancing dengan isu-isu yang tidak bisa dipertanggunjawabkan. Namun, dengan adanya isu, bisa menjadikan masyarakat waspada terhadap lingkungan sekitar.

“Jangan terpancing dengan isu yang ada, sehingga bisa menjadi masyarakat yang damai, sejahtera lahir dan batin. Kami mengajak masyarakat untuk menjalankan tugas dan fungsinya,” pungkasnya. (asm)

LEAVE A REPLY