Mahasiswa IKIP Pelopor Keselamatan Berkendara, Berkat Kolaborasi Astra Motor dan Diyaksa Polda Kalbar untuk Tertib Berlalu Lintas

1182
Foto bersama peserta Seminar Safety Riding Astra Motor Pontianak, yang diwakili oleh Prastya Agusta, selaku Marketing Promotion, bersama Kadishub Kota Pontianak, Utin Sri Lena, dan Kasat Diyaksa Polda Kalbar, AKBP Sri Riswati, serta Dekan Fakultas Pendidikan IPS, Ahmad Jamalong, usai seminar Safety Riding Go To Campus, di Aula IKIP PGRI Pontianak, Kamis (23/3/2017).

ANGKA kecelakaan lalu lintas di Kalbar masih cukup besar. Oleh karena itu, untuk meningkatkan tertib berlalu lintas, terutama di kalangan mahasiswa, Astra Motor Pontianak, menggandeng Pendidikan dan Rekayasa (Diyaksa) Polda Kalbar, menggelar berbagai kegiatan.

Satu di antaranya adalah Seminar Safety Riding Goes to Campus. Seminar dengan tema “Peran Mahasiswa sebagai Pelopor Keselamatan Berkendara“, diselenggarakan di IKIP PGRI Pontianak, Kamis (23/3/2017). Kegiatan ini diikuti oleh 100 mahasiswa perwakilan Program Study (Prodi) yang ada di kampus pencetak guru dan pendidik ini.

Seminar Safety Riding ini menghadirkan pembicara yang berkompeten di bidangnya, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Pontianak Hj Utin Sri Lena. Kemudian Kasat Diyaksa Polda Kalbar, AKBP Sri Riswati, dan Instruktur Safety Riding Astra Motor, Dony Adrian.

Marketing Region Head Astra Motor Pontianak, Thomas Pradu mengatakan civitas akademisi memiliki peranan penting dalam upaya mengkampanyekan keselamatan berkendara. Mereka bisa menjadi pelopor berkendara yang baik, sehingga bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Mahasiswa memiliki sikap yang cenderung homogen dan mudah memberikan pengaruh kepada rekan ataupun orang di sekitarnya. Untuk itu, melalui edukasi ini, kami harapkan mahasiswa menjadi pelopor keselamatan berkendara,” kata Thomas.

Dengan terciptanya budaya tertib berlalu lintas, akan memberikan pengaruh yang positif kepada rekan-rekan dan komunitasnya. Dengan demikian, akan semakin banyak manfaat yang bisa dihasilkan, terutama keselamatan berkendara.

“Di era yang semakin modern ini, keselamatan berkendara, dengan bijak saat ada di jalan raya, sudah menjadi gaya hidup. Namun, tetap saja ada oknum-oknum yang biasanya suka semaunya sendiri saat berkendara, padahal ini tidak hanya membayahakan secara pribadi, namun orang di sekitarnya,” papar Thomas.

Sebagai bagian dari pembangunan, papar Thomas, Astra Motor Pontianak, terus mengedapankan adanya kampanye Safety Riding. Hal ini merupakan tanggung jawab moral, yang menjadi bagian visi dan misi Astra Motor.

“Semakin baik saat bekendara, menunjukan bahwa selain motornya bagus, juga penggunanya bisa bijak memanfaatkan fasilitas yang ada,” ujar Thomas.

Satu di antara mahasiwa yang menjadi peserta seminar, Dedi Kurniawan mengakui bahwa kalangan mahasiswa sebagai age of change di masyarakat, harus mampu membawa diri di mana saja. Termasuk tertib berlalu lintas.

“Sebagai mahasiswa yang taat hukum, harus lebih peduli terhadap peraturan lalu lintas. Saat berkendara tidak lupa melindungi diri sendiri, dan orang lain,” tutur Dedi.

Caranya, lanjut mahasiswa semester enam Prodi Pendidikan Sejarah ini mengatakan, saat berkendara, bisa dengan menggunakan perlengkapan yang tepat. Selain itu, juga harus mengecek kondisi kendaraan setiap saat.

“Semestinya kalangan mahasiswa menjadi pelopor berkendara yang baik, karena mahasiswa adalah kaum terdidik. Kami sangat senang dengan adanya seminar ini, karena semakin menambah pengetahuan,” katanya.

Dekan Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial, Ahmad Jamalong, yang mewakili Rektor mengapresiasi langkah Astra Motor Pontianak dan Diyaksa Polda Kalbar, yang sudah menggelar seminar di IKIP PGRI Pontianak. Menurutnya, keselamatan berkendara di jalan raya adalah tangung jawab semua.

“Kami juga terus mengimbau, agar para mahasiswa tertib dan bijak saat berkendara. Kami tidak ingin ada mahasiswa kami yang menjadi korban kecekalaan, karena keteledoran sendiri,” kata Jamalong.

Pria yang sedang menyelesaikan program doktoral di Universitas Negeri Jakarta ini berharap, kerjasama tentang safety riding dengan Astra Motor dan Diyaksa bisa terus dipertahankan.

“Kami sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan ini. Semoga para mahasiswa dan civitas akademis lainnya, bisa mengambil manfaat,” ujarnya.

Seminar Safety Riding juga diselingi dengan kegiatan lainnya, seperti service murah guna memfasiliasi mahasiswa yang memiliki sepeda motor Honda. Selain asa juga ilmu tentang kemampuan atau skill berkendara melalui riding test, di mana peserta wajib menggunakan perlengkapan berkendara, yaitu helm, jaket, sarung tangan, celana panjang dan sepatu.(amy)

LEAVE A REPLY