Rangkaian Festival Seni Budaya Melayu VII dan Maulid Tradisional 2017 se-Kabupaten Sekadau di Bumi CIDAYU

486
Paulus Ugang, Camat Nanga Taman membuka secara resmi Festival Seni Budaya Melayu (FSBM) VII dan Maulid Tradisional 2017 se-Kabupaten Sekadau, di Nanga Taman, Sabtu (25/03/2017). Kegiatan ini dipusatkan di Pentas MTQ, halaman Kantor Camat Nanga Taman.

NANGA TAMAN, LK – Paulus Ugang, Camat Nanga Taman membuka secara resmi Festival Seni Budaya Melayu (FSBM) VII dan Maulid Tradisional 2017 se-Kabupaten Sekadau, di Nanga Taman, Sabtu (25/03/2017). Kegiatan ini dipusatkan di Pentas MTQ, halaman Kantor Camat Nanga Taman.

Dalam sambutannya, Ugang mengucapkan terima kasih pada Majelis Taklim Al Barzanji Maulid Tradisional (MTAMT) Kabupaten Sekadau, yang telah mempercayakan pada Kecamatan Nanga Taman untuk menjadi tuan rumah pada 2017 ini.

Ugang berharap kegiatan yang juga didukung oleh Majelis Adat Budaya Melayu (MABM), dan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) ini tidak hanya sebatas seremonial tahunan belaka. Namun, harus sebagai wadah pelestarian budaya Melayu yang akan menopang kemajuan pembangunan budaya di Kabupaten Sekadau.

“Kegiatan ini jangan hanya seremonial tahunan belaka. Namun, sebagai wadah pelestarian budaya Melayu dalam menopang pembangunan budaya di Kabupaten Sekadau,” katanya.

Ia menekankan bahwa kegiatan ini menjadi ajang silaturahim bagi seluruh kalangan di Kabupaten Sekadau. Sebuah modal besar untuk membangun kehidupan kebudayaan di tengah kehidupan modern.

Vadjarali, Kades Nanga Taman, yang merupakan ketua panitia memaparkan, bahwa FSBM VII dan Maulid Tradisional 2017, bertujuan untuk melestarikan Budaya Melayu di era modernisasi.

“Tujuan kegiatan Festival Seni Budaya Melayu VII dan Maulid Tradisional Tahun 2017 ini adalah untuk melestarikan Budaya Melayu di tengah-tengah era modernisasi” kata Vadjarali.

Ia mengatakan bahwa kegiatan ini didanai dari dana hibah Kabupaten Sekadau 2017 dan partisipasi serta swadaya masyarakat Nanga Taman dan Nanga Mentuka serta para donatur.

Adapun perlombaan yang digelar antara lain Sholawat, Hadrah, Jepin, Kasidah, Syair, dan Berzanji. Sementara sunatan massal disponsori oleh BAZNAS Kabupaten Sekadau. Kegiatan yang dimulai pada 25 Maret ini akan diakhiri 28 Maret 2017, yaitu saat Peringatan Maulud Tradisional di Masjid Al-Muttahidin Nanga Taman.

Vadjarali menambahkan bahwa kegiatan ini dapat menjadi wadah kegiatan positif bagi generasi muda. Hal ini tampak dari banyaknya generasi muda yang menjadi peserta pada kegiatan ini.

“Kegiatan ini banyak diikuti oleh generasi muda sehingga dapat menjadi wadah kegiatan yang positif, dan bagi perkembangan Budaya Melayu di Kabupaten Sekadau,” pungkasnya. (abg)

LEAVE A REPLY