Kecamatan Nanga Taman Juara Umum Maulud Tradisional se-Kabupaten Sekadau

380
Penutupan Maulud Tradisional di Masjid Al-Muttahiddin, Nanga Taman. Dalam festival ini, Kecamatan Nanga Taman keluar sebagai juara umum.

NANGA TAMAN, LK – Puncak kegiatan Maulud Tradisional yang diadakan oleh Majelis Taklim Al Barjanzi Maulud Tradisional (MTAMT), Kabupaten Sekadau diadakan di Masjid Besar Al-Muttahidin, Kecamatan Nanga Taman, Selasa (28/3/2017).

Acara yang dimulai pukul 07.30 WIB dan berakhir pukul 15.30, dihadiri oleh pengurus MTAMT di empat kecamatan, BKMT, Kankemenag Sekadau, MUI, DMI, PHBI, Kasat Bimas Polres, Ormas Islam se-Kabupaten Sekadau, Forkopimka Nanga Taman dan Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Saparudin.

Dalam penutupan yang dihadiri hampir seribu jamaah ini, dilakukan penyerahan alat marawis dari ketua MTAMT Kabupaten ke ketua MTAMT Kecamatan Nanga Taman. Selain itu, diserahkan Piala Bergilir untuk juara umum, yang dilakukan oleh Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Saparudin, kepada kontimgen Kecamatan Nanga Taman.

Dalam sambutannya, Saparudin mengatakan bahwa umat Islam di Kabupaten Sekadau sudah mulai menunjukkan identitasnya. Hal ini tampak dari kegiatan Maulud Tradisional yang dapat mempersatukan umat Islam.

“Inilah hikmah yang luar biasa, menyambung tali silaturahim antar umat Islam, dan budaya menyatukan umat,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa pada 2018, akan direalisasikan bantuan dari Pemprov sekitar Rp500 juta, untuk masjid-masjid yang ada di Bumi Lawang Kuari.

“Melalui dana asprirasi, kita akan dapat bantuan. Dan untuk Masjid Al-Muttahidin Nanga Taman, mendapat bantuan Rp50 juta,” katanya.

Ketua MTAMT Kabupaten Sekadau, H Abu Bakar mengapresiasi setinggi-tingginya pada panitia pelaksana, yang sudah bekerja keras dalam menyiapkan dan melaksanakan kegiatan.

Menurutnya, rangkaian kegiatan yang dimulai pada 14 Desember 2016, di Masjid Al-Zaitun Seberang Kapuas, dan diakhiri di Masjid Al-Muttahidin Nanga Taman, pada 28 Maret 2017.

Selama empat bulan, Maulid Tradisional sudah diadakan secara berkeliling di 53 Masjid yang tersebar di Kecamatan Sekadau Hilir, Sekadau Hulu, Nanga Taman, dan Nanga Mahap.

“Selama empat bulan, Maulud Tradisional menyambangi 53 Masjid yang ada di empat kecamatan. Semoga Budaya Barzanji tetap dilestarikan dan dikembangkan di era globalisasi ini,” katanya.

Dengan dilestarikannya budaya ini, maka regenerasi yang baik dimulai dari Nanga Taman ini. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan identitas dan persatuan umat muslim di Kabupaten Sekadau.

Kankemenag Sekadau, H Durohman mengatakan, bahwa esensi dari Maulid Tradisional adalah bagaimana mengamalkan ketauladan Rasulullah dalam kehidupan sehari-sehari dan meningkatkan ukhuah Islamiah.

Dengan adanya kegiatan Maulid Tradisional ini, menjadi kekayaan budaya, karena hanya Kabupaten Sekadau melalui MTAMT yang saat ini masih melaksanakan secara rutin tiap tahun.

“Maulid Tradisional merupakan kekayaan budaya di Kabupaten Sekadau. Melalui MTAMT, mari kita teladani ajaran dan semua aktivitas Nabi SAW,” pungkasnya. (abg)

LEAVE A REPLY