Jalan Tanah Desa Merbang Butuh Perhatian Pemkab

621
Warga Dusun Resak Balai, Desa Merbang terpaksa menarik mobil yang terbenam. Jalan menuju ke Dusun Enteras, Desa Sungai Ayak II, Kecamatan Belitang Hilir.

SEKADAU, LK – Ruas jalan Dusun Resak Balai, Desa Merbang menuju Dusun Enteras, Desa Sungai Ayak II, Kecamatan Belitang Hilir sangat memprihatinkan. Jalan yang berstatus milik kabupaten yang menghubungkan dua desa ini membutuhkan perhatian Pemkab.

Kondisi jalan yang masih berupa tanah itu semakin diperparah saat musim penghujan. Jalan tersebut dibuka pada 2013, dan hingga kini belum tersentuh pembangunan, misalnya ditimbun pasir dan batu.

“Saat hujan, jalan semakin rusak. Tidak hanya kendaraan yang sulit melintas karenna amblas. Para pejalan kaki juga sulit melaluinya. Bahkan warga harus menarik kendaraan yang terjebak lumpur, agar bisa melintas,” kata Ketua RT Dusun Resak Balai, Desa Merbang, Makin Ahmad, kepada lawangkuari.com.

Menurut Makin, dengan jalan yang masih tanah asal, membuat perkembangan perekonomian dan mobilitas warga semakin sulit. Warga di dua desa yang terhubung melalui jalan tersebut, pernah mengajukan pembangunan, namun hingga kini belum ada tindak lanjut.

“Untuk jalan dari RT Empetai, Dusun Resak Balai, yang menghubungkan antar kampung, pernah dibangun oleh perusahaan. Hal ini dikarenakan perusahaan tersebut memiliki kebun sawit di sepanjang jalan, yang termasuk dalam Hak Guna Usaha (HGU),” paparnya.

Makin menuturkan, perusahaan hanya peduli dengan jalan yang ada kebun milik perusahaan. Namun, ketika jalan tersebut menjadi akses umum, maka perusahaan tidak pernah peduli.

Permasalahan yang memprihatikan dengan kondisi jalan yang rusak adalah berimbas pada harga barang, padahal saat ini harga komoditas unggulan masyarakat desa, yaitu karet sedang turun.

“Bagaimana kami di kampung bisa sejajar dengan daerah lain. Padahal jarak kami tidak jauh dari jantung kota kecamatan, tapi kondisinya seperti ini,” ujar Makin.

Camat Belitang Hilir, Paulus Misi mengatakan, pihaknya terus mendorong Pemkab untuk memperhatikan kondisi sarana dan prasana infrastruktur, terutama jalan, yang menjadi kewenangan Pemkab. Ia beberapa kali telah melaporkan kondisi ini, dan berharap Pemkab melalui dinas terkait bisa bertindak.

“Melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), baik di desa dan kecamatan, bahkan kabupaten, kami sudah menyampaikan keluhan ini. Semoga pada tahun ini, Pemkab bisa memberikan prioritasnya,” kata Misi.

Pemcam, papar Misi, akan mendorong Pemdes untuk berkoordinasi dengan pihak ketiga, misalnya perusahaan yang punya akses dan menggunakan jalan tersebut. Misi berharap, perusahaan tidak hanya memanfaatkan lahan untuk perkebunan saja, namun bisa perhatian dengan kondisi infrastruktur yang ada.

“Masyarakat bisa bergotong-royong, bisa juga mengajak perusahaan, yang penting jalan itu bisa digunakan. Pembangunan infrastruktur, harus dilakukan bersama-sama, semua pihak harus berpartisipasi,” pungkasnya.(asm)

LEAVE A REPLY