Mayat Fran Ditemukan dalam Kondisi Telungkup di Riam Batu Joto

408
Jenazah Fran Ginting,diepriksa perawat di Puskesmas Nanga Taman. Fran ditemukan tenggelam di Riam Batu Joto, Dusun Pantok, Desa Pantok, Kecamatan Nanga Taman. Ia adalah pelajar berusia 21 tahun, yang tinggal di Dusun Sekonau, Desa Sekonau, Kecamatan Sekadau Hulu.

NANGA TAMAN, LK – Seorang pelajar laki-laki, ditemukan tewas tenggelam di tempat wisata Riam Batu Joto, Dusun Pantok, Desa Pantok, Kecamatan Nanga Taman. Pelajar bernama Fran Ginting, berusia 21 tahun, merupakan warga Dusun Sekonau, Desa Sekonau, Kecamatan Sekadau Hulu,

Menurut Kapolsek Nanga Taman, IPDA Arisman, mayat Fran ditemukan sekitar pukul 12.30 WIB. Ia diduga tewas tenggelam, karena terpeleset. Berdasarkan informasi, korban diduga mengidap epilepsi atau penyakit ayan.

“Saat ditemukan, ada sekitar 11 saksi terkait hal ini, di antaranya Yustinus (30), Ari Donatus (21), Patrisia Kristina (16), Yulita Donatila (16) serta rekan korban lainnya yang berjumlah tujuh orang,” kata IPDA Arisman.

Korban, kata IPDA Arisman mengatakan, Fran mengikuti teman-temanya berangkat ke Batu Joto, Desa Pantok, Kecamatan Nanga Taman. Sesampainya di Batu Joto, korban bersama teman-temannya membakar ikan.

Kemudian korban pergi menyusul saksi pertama dan dua yang sedang mandi di hulu Riam Batu Joto. Setelah mandi, saksi satu dan dua mengajak korban berkumpul bersama teman-temannya yang lain akan tetapi korban menolak karena masih mau mandi. Akhirnya korban ditinggal saksi satu dan dua.

“Karena sudah lama tidak datang sekitar 30 menit, teman-teman korban mencari dan ditemukan saksi tiga dan empat. Posisi korban telungkup di atas batu dan kepalanya berada di dalam air dan dari mulutnya mengeluarkan buih atau berbusa,” kata Kapolsek.

Melihat kondisi tersebut, teman-teman korban segera membawa korban ke tepi Riam dan meminta pertolongan warga sekitar Batu Joto dan segera dibawa ke Polindes Desa Pantok, namun korban tidak bisa diselamatkan.

“Sekitar pukul 13.30 WIB, korban dibawa ke Puskesmas Nanga Taman menggunakan ambulans, namun orangtua korban. Mikael Iji (45) yang merupakan petani di Dusun Sekonau Desa Sekonau, Kecamatan Sekadau Hulu menolak untuk dilakukan otopsi dan menjelaskan bahwa korban memang sudah lama mengidap sakit epilepsi atau ayan.

Kapolsek mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Dokter Puskesmas Nanga Taman, korban dibawa pihak keluarga ke Sekonau sekitar Pukul 16.00.

“Tindakan yang kita lakukan ialah mendatangi TKP, mengevakuasi korban dan membawa ke Polindes dan Puskesmas serta memeriksa saksi-saksi,” kata Kapolsek. (asm)

LEAVE A REPLY