Jalan Rusak di Belitang Kembali Memakan Korban, Pasien Sulit Dirujuk ke RSUD Sekadau

485
Drumtruk bermuatan penuh terguling di ruas Jalan Muntik-Kumpang Ilong. Intensitas curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini, berdampak buruk pada akses transportasi ke Balai Sepuak, Kecamatan Belitang Hulu.

BELITANG, LK – Intensitas curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini, berdampak buruk pada akses transportasi ke Balai Sepuak, Kecamatan Belitang Hulu. Kerusakan paling parah ada di Jalan Muntik-Kumpang Ilong.

Setidaknya, ada tiga titik terparah. Satu titik  di perkampungan SP V , Desa Padak, Kecamatan Belitang. Kemudian di perbatasan Dusun Muntik- Kumpang Ilong, Desa Nanga Ansa, dan titik lainnya ada di jalan Kumpang Ilong, Bak Merat.

“Jalan  ini sudah lama hancur, jika musim kemarau agak mudah dilalui. Namun musim hujan seperti sekarang, jalan ini kembali berlumpur, bahkan beberapa mobil amblas,” ujar Ade, salah seorang Angkutan barang yang sering melintasi, kepada lawangkuari.com, Jumat (21/4/2017).

Pria ini menyayangkan belum adanya penanganan jalan tersebut, menurutnya saat musim kering mestinya akses masyarakat ini di perbaiki.

“Saya heran kenapa kalau pas musim kemarau jalan ini tidak di perbaiki,tapi kalau sudah musim hujan baru ada Excavator tarik kendaraan ambalas di sini,” bebernya.

Beberapa hari yang lalu kata pria ini tepatnya, Senin (17/4/2017) malam kemarin sebuah truk bermuatan Pupuk PT. Grend Utama Mandiri (GUM) tumbang, dan yang truck satunya lagi nyangkut, ambalas di tengah badan jalan.

“Puluhan angkutan barang dan orang (Taxi) dari dan menuju Belitang Hulu Balai Sepuak terganggu,” imbuhnya.

Sementara Suratmin, sopir angkutan carteran dari Balai Sepuak-Sekadau-Pontianak, ditemui di Sekadau Kamis (20/4/2017) mengatakan hal yang sama. Jalan Muntik-Ilong, Balai Sepuak hancur lebur.

“Tadi pagi saya hampir tak bisa lewat, jalan hancur benar, karena saya bawa warga sakit rujukan dari puskesmas Balai Sepuak, hendak dirujuk ke RSUD Sekadau, akhirnya saya dan suami pasien harus cari batu kemudian disusun di kubangan lumpur agar bisa lewat,” cerita Suratmin.

Rusaknya jalan Muntik-Ilong menurut Suratmin, sangatlah berdampak buruk bagi transportasi ke Belitang Hulu, khususnya bagi angkutan barang dan orang (Taxi) menjadi terganggu. Untuk itu tidak hanya pemerintah, pihak perusahan sawit sekitar juga diminta kontribusinya, bagi jalan umum yang juga digunakan untuk angkutan TBS dan CPO.

“Perusahan Sawit yang bayak lewat bermuatan berat, kalau tidak mau perbaikan jalan suruh mereka buat jalan sendiri. Jangan kalau sudah ada mobil amblas, dan pejabat mau lewat saja jalan di berbaiki, atau kalau sudah di muatkan di koran baru kerja”, ujarnya.

“Saya sangat kesal, apa lagi saya bawa orang sakit, kalau sempat terjadi apa-apa di jalan karena tak bisa lewat siapa yang tanggung jawab,”  tukas Suratmin saat ditemui di UGD RSUD KabupatenSekadau.

Sementara Kades Nanga Ansar Abako saat di konfirmasi via selular membenarkan jalan Ilong-Muntik, yang merupakan sebagian wilayah desanya itu  kian rusak berat. Beberapa waktu lalu memang sudah di perbaiki, namun mungkin karena jalan tersebut merupakan satu-satunya akses menuju Belitang Hulu Balai Sepuak.

“Banyaknya angkutan berat seperti Sembako, TBS, CPO, perusahaan milik PT GUM, KSP, KBP, semakin memperparah kondisi jalan. Hampir setiap hari lewat, wajar jalan tak lama hancur. Tak hanya Pemkab, tiga perusahaan tersebut kita harapkan bisa memberikan solusi, mengatisipasi kerusakan jalan tersebut,” paparnya. (asm)

LEAVE A REPLY