Radio Dermaga Ria Sekadau, Eksis Sejak Bumi Lawang Kuari Masih Berstatus Kecamatan

222
Penyiar Radio Dermaga Ria Sekadau bersama warga on air. Radio Dermaga Ria merupakan radio tertua di Bumi Lawang Kuari, bahkan sudah ada sejak Sekadau masih berstatus kecamatan.

EKSISTENSI radio sebagai media informasi elektronik masih dibutuhkan masyarakat. Dan informasi yang disajikan tentu ada makna dan manfaat bagi semua orang yang mengelola sebuah informasi itu.

Hal itu diakui Budi, salah satu warga Sekadau Hilir yang menjadi pendegar setia Radio Dermaga Sekadau di Jalan Merdeka Selatan KM3, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir. Radio ini dikenal telah mengudara selama puluhan tahun.

“Saya penggemar setia radio, setiap pagi, siang, sore hingga malam saya mendengarkan informasi di Radio Dermaga Sekadau,” kata Budi kepada lawangkuari.com,Kamis (4/5/52017).

Informasi yang disajikan dalam acara lagu-lagu daerah kita, seperti  misalnya informasi sosial, pemerintah, kebudayaan, pariwisata. Selain itu ada juga tanya jawab warga, dan masih banyak acara lainnya.

“Radio, khususnya menjadi media yang masih sangat efektif untuk menyampaikan semua program pembangunan  dan hiburan,” ujarnya.

Menurut Budi, bagaimana tidak efektif, masih ada warga mendengar siaran radio di dalam kendaraan atau mobil, saat di ladang, di kebun sawit. Bahkan ketika ibu-ibu yang sedang memasak di dapur.

Sebagian masyarakat, diyakini masih bisa mengakses siaran radio. Hal itu terbukti dengan masih banyaknya radio-radio swasta yang hingga kini masih eksis. Namun untuk menarik perhatian pendengar, dirinya meminta radio-radio yang ada bisa mengemas program-program yang lebih menarik.

“Seperti acara kerarifan lokal, hal ini juga sebagai upaya memberikan pelayanan publik terbaik bagi masyarakat, baik Kota Pontianak maupun sekitarnya,” tuturnya.

Budi berpendapat,  transparansi informasi akan berdampak penting dalam kemajuan pembangunan daerah.

Penyiar Radio Dermaga Sekadau, Bung Mus (32) mengatakan, fungsi media radio adalah untuk memberikan informasi dan hiburan kepada masyarakat Sekadau.

“Sekaligus memberikan pelayanan public kepada masyarakat. Baik itu di kota maupun di daerah pedalaman,” ucapnya.

Sementara Kepala Radio Dermaga Sekadau Nico Bohot mengatakan, eksistensi Radio Dermaga Sekadau dapat dikatakan tidak diragukan lagi, hampir rata-rata masyarakat sekadau telah mengenal radio ini.

“Rata-rata masyarakat dari kota hingga pelosok sekadau tahu tentang radio ini, mulai dari Kabupaten Sekadau belum menjadi kabupaten sudah membuktikan kontribusinya untuk menyampaikan informasi – informasi yang bermanfaat,” ungkapnya.

Nico sapaan akrabnya, yang merintis pembangunan Radio Dermaga ini mengharapkan, dengan adanya informasi-informasi setiap media, entah itu media cetak, eletronik, online, dan termasuk radio ini akan mampu membawa dampak positif bagi perkembangan daerah.

“Tentunya tidak provokatif. Intinya kita bersama-sama mengeksistensikan Kabupaten Sekadau di segala bidang demi terwujudnya daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya. (asm)

 

LEAVE A REPLY