Wasit Sepak Takraw Internasional Pimpin FPOK IKIP PGRI

250
AHMAD Jamalong, Wasit Internasional Sepak Takraw Indonesia, dipercaya memimpin FPOK IKIP PGRI Pontianak. Jamalong akan menjadi Dekan FPOK untuk periode 2017-2021.

AHMAD Jamalong, Wasit Internasional Sepak Takraw Indonesia, dipercaya memimpin Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan(FPOK) Institut Keguruan dan Ilmu Pendidika (IKIP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pontianak. Jamalong akan menjadi Dekan FPOK untuk periode 2017-2021.

Pria kelahiran Ujung Pandang, 4 Juli 1967, terpilih jadi komandan di FPOK tidak terlepas dari berbagai prestasi dan dedikasinya pada dunia olahraga, terutama Cabor Sepak Takraw. Sebelumnya, selama empat tahun yang lalu, ia memimpin Fakultas Pendidikan Ilmu Pendidikan Sosial (FPIPS).

“Alhamdulillah, ini amanah dan kepercayaan besar, yang harus saya emban. Tugas empat tahun ke depan pastinya tidak mudah, karena banyak tantangan dengan semakin dinamisnya pola pendidikan perguruan tinggi di Indonesia,” kata Jamalong.

Jamalong adalah Wasit Sepak Takraw dengan lincence International Sepak Takraw Federation (ISTAF), yang sudah ratusan kali memimpin pertandingan di level internasional. Ia juga menjabat sebagai Wakil Bidang Perwasitan Pengurus Besar (PB) Persatuan Sepak Takraw Indoensia (PSTI) masa bakti 2017-201.

Saat ini, ia menjabat sebagai Kompetision Manager Cabor Sepak Takraw Asian Games 2018, di Jakarta dan Palembang, Indonesia. Serta kandidat utama wasit SEA Games 2017, di Kuala Lumpur, September mendatang.

Dengan kiprahnya di dunia olahraga internasional, alumnus Magister Pendidikan (S2) di Universitas Negeri Malang tahun 2002 ini, bertekad membawa perubahan ke arah yang lebih baik lagi bagi FPOK IKIP PGRI.

Menjadikan FPOK sebagai fakultas yang berkualitas, profesional, dan berdaya saing tinggi, serta jadi sentra pengembangan ilmu keolahragaan, yang berbasis Iptek dan industri olahraga, yang berwawasan global, bermoral, dan berkarakter.

“Olahraga kini tidak sekedar rekreasi dan prestasi saja. Olahraga sudah jadi industri. Kita tidak boleh tertinggal, sehingga harus ada langkah-langkah besar dan spektakuler untuk pembinaan olahraga. Bisa saja hal tersebut dimulai dari lingkungan pendidikan, terutama di FPOK IKIP PGRI,” paparnya.

Visi yang disampaikan oleh Jamalong akan diwujudkan melalui misi dengan adanya penambahan Prodi Pendidikan Kepelatihan pada 2018, penambahan Prodi PGTK dan PGSD Pendidikan Olahraga pada 2019.

Jamalong juga bertekad membuka jenjang Strara Dua (S2), berupa Magister Pendidikan Olahraga dan Manajemen Olahraga pada 2020. Kemudian dilanjutkan dengan membuka jenjang S3 untuk Program Pendidikan Olahraga dan Manajemen Olahraga pada.

“Dengan misi-misi tersebut, kita berharap pada 2021, jenjang S1 Pendidikan Olahraga S1 bisa berpredikat Akreditasi A,” ujar Dosen yang terkenal dekat dengan mahasiswa. (amy)

 

 

LEAVE A REPLY