Dosen Kalbar Dituntut Produktif Telurkan Karya Tulis Ilmiah

414
Para Narasumber Workshop Peningkan Mutu Dosen dalam Penulisan Proposal Penelitian Program Riset Terapan, di Hotel Orchadz Pontianak, Senin (8/5). Kegiatan ini diselenggarakan oleh IKIP PGRI Pontianak bekerjasama dengan Direktorat Riset, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

PONTIANAK, LK – Para dosen dari berbagai Perguruan Tinggi (PT) di Kalimantan Barat (Kalbar), dituntut untuk semakin produktif, terutama dalam menelurkan karya tulisnya. Produksitivitas menelurkan karya tulis, tidak hanya sekedar kewajiban akademis, namun jadi tolak ukur kualitas para pendidik mahasiswa ini.

Harapan akan adanya peningkatan produktivitas karya tulis dosen-dosen di Kalbar, disampaikan oleh Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Prof Ocky Karna Radjasa, saat membuka Workshop Peningkan Mutu Dosen dalam Penulisan Proposal Penelitian Program Riset Terapan, di Hotel Orchadz Pontianak, Senin (8/5).

“PT, kini berperan sebagai knowlegde factory, provider, dan reconfiguration,  dengan unsur yang mampu memperkecil kesenjangan (disparitas) pendidikan di masyarakat. Satu di antaranya adalah dengan banyaknya kajian dan penelitian, yang dibukukan,” papar Prof Ocky.

Dengan dasar tersebut, kata Prof Ocky, maka kalangan akademis, terutama para dosen, harus mampu jadi penghasul atau penyelia pengetahuan. Selain itu, lanjut Prof Ocky, PT dituntut untuk selalu bisa meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan untuk menghasilkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang tidak ketinggalan zaman.

“Penelitian yang berkualitas, diharapkan menghasilkan IPTEK yang berkualitas, yang dapat dijadikan sebagai basis pendidikan (pengajaran) dan pengabdia masyarakat. Sehingga, masyarakat terus tercerahkan dengan adanya aktivitas ilmiah ini,” ujarnya.

Prof Ocky juga berharap, para dosen-dosen di Kalbar, yang kaya akan berbagai potensi, bisa terus mengembangkan diri. Menurutnya, dosen jangan hanya bisa berbicara secara tekstual, sesuai referensi yang dibaca dan diajarkan ke mahasiswa, serta lingkungan, namun bisa menelurkan karya yang bisa dinikmati oleh masyarakat.

“Saya berharap, para dosen pada PT di Kalbar berlomba-lomba menelurkan karya tulis, yang bisa dipublikasikan. Untuk itu, jelas awalnya adalah menyusun proposal penelitian, yang diajukan ke berbagai pihak, terutama Kementerian, serta berbagai pihak lainnya,” tutur Prof Ocky.

Workshop Peningkan Mutu Dosen dalam Penulisan Proposal Penelitian Program Riset Terapan, di Hotel Orchadz Pontianak, berlangsung dua hari, Senin-Selasa, 8-9 Mei 2017. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Pontianak.

Menurut Ketua Panitia kegiatan, Nurhayati, kegiatan ini menghadirkan 150 dosen dari PT Negeri dan Swasta, yang ada di Bumi Khatulistiwa. Mereka merupakan dosen peneliti, yang sudah mengajukan proposal penelitian. Pada kegiatan ini, mereka mendapat materi tentang tata cara penulisan proposal yang baik.

“Peserta ada dari Untan, Polnep, IKIP PGRI, Universitas Muhammdiyah Pontianak (UMP), Universitas Panca Bakti (UPB), Poltek Ketapang, STKIP Melawi dan Singkawang, STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, Poltesa Sambas, dan Akademi Manajemen Bumi Sebalo Bengkayang. Mereka mendapat berbagai masukan dan motivasi dari pemateri,” kata Nurhayati.

Adapun pemateri yang hadir pada kegiatan ini adalah peneliti-peneliti ahli-ahli di bidang masing-masing, seperti Prof Dadan Rosana, Prof Suminar Setiadi Achmadi, Prof Eniman Yunus Syamsudin, dan Prof Heri Hermansyah. Sementara narasumber utama adalah Dr Hj Syarifah Fadillah, M.Pd dan Dra Desmelita, M.Si.

“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dosen dan peneliti tentang kebijakan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat. Kemudian meningkatkan pemahaman dosen dan peneliti tentang berbagai persoalan penelitian, termasuk penyusunan proposal penelitian. Semoga, dengan kegiatan ini, semakin banyak dosen di Kalbar yang melahirkan karya tulis, untuk kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.

Satu di antara dosen peserta kegiatan, Ahmad Jamalong, yang merupakan Dekan Fakultas Pendidikan Ilmu Pendidikan Sosial (FPIPS) IKIP PGRI Pontianak, sangat mengapresiasi. Menurutnya, dengan banyaknya dosen yang menulis karya-karya ilmiah, maka masyarakat bisa semakin cerdas dan maju.

“Budaya penulisan di Kalbar memang harus terus digalakkan. Sebenarnya tidak hanya dosen, berbagai kalangan juga harus meningkatkan literasi di Kalbar, sehingga semakin banyak khazanah intelektual di Bumi Khatulistiwa,” papar pria yang baru saja terpilih jadi Dekan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) ini.

Jamalong sendiri adalah dosen yang produktif menelurkan karya-karya tulis. Tidak hanya tentang ilmu pendidikan dan kependidikan, namun juga di dunia olahraga. Satu di antaranya adalah tentang Cabor Sepak Takraw, yang mana ia merupakan satu-satunya Wasit Sepak Takraw Internasional asal Kalbar.(amy)

 

LEAVE A REPLY