Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

113
Ilustrasi

SEKADAU, LK – Persatuan dan kesatuan bangsa harus tetap terjaga. Meskipun, Indonesia terdiri dari berbagai agama, suku dan etnis namun tetap hidup dalam keberagaman karena Pancasila sebagai dasar negara dan Bhinneka Tunggal Ika.

Kasat Korwil Banser Provinsi Kalbar, Tohidin mengatakan, dalam tinjauan syariat semua ulama sudah sepakat bahwa sebagaimana Madinah di zaman Rasul. Indonesia, adalah darul ahdi atau tempat saling mengikat janji atau konsensus.

“Serta atas dasar pertimbangans syariat pula semua ulama sepakat dengan seluruh komponen bangsa lain bahwa NKRI adalah bentuk final dari Negara Indonesia, dengan Pancasila sebagai dasarnya,” ujarnya, Selasa (6/6).

Pengasuh Pesantren Fajar Belitang itu mengatakan, sedangkan al wafa bil ahdi atau memenuhi janji atau konsensus adalah wajib dalam islam. Menurutnya, siapapun baik pribadi maupun kelompok atau ormas yang melanggar konsensus NKRI dan Pancasila maka dia telah melanggar syariat itu sendiri.

“Oleh karena itu, HTI atau organisasi apapun yang punya agenda merubah bentuk dan dasar negara yang sudah disepakati wajib dibubarkan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau, Welbertus Willy menuturkan, Indonesia berdasarkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sudah teruji dapat mempersatukan seluruh elemen masyarakat yang multi agama dan etnis.

“Dan membuat hidup kita rukun dan damai. Maka itu harus kita junjung tinggi,” ucapnya.

Willy mengatakan, jika ada yang coba-coba mengubah haluan negara seperti kelompok radikalisme maka pihaknya mendukung pemerintah untuk membubarkannya. Pemerintah, kata dia, jangan takut menangkap intelektual dibelakangnya.

“Saya juga mengajak, terutama masyarakat Sekadau maupun Kalbar jangan mau terpengaruh oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah perdamaian ini. Damai itu indah,” pungkasnya. (na)

LEAVE A REPLY