Datok Abdul Halim Mengabdi 30 Tahun untuk Bawa Sepak Takraw ke Olimpiade

360
PRESIDEN IOC - Presiden ASTAF, Datok Abdul Halim Bin Kader (dua kanan) bersama Presiden International Olympic Council (IOC), Dr Thomas Bach, pada pertemuan Convention Sports Accord 2017, di Arhurs, Denmark.

CABOR Sepak Takraw semakin mendapat tempat di olahraga dunia. Perkembangan olahraga yang berasal dari rumpun Bangsa Melayu ini terus meningkat, terutama setelah ditangani oleh Datok Abdul Halim Bin Kader, yang menjabat sebagai Presiden Asian Sepak Takraw Federation (ASTAF).

Datok Abdul Halim, telah melakukan berbagai perubahan dan terebosan terbaik, untuk meningkatkan derajat Cabor ini. Selain melalui ASTAF, ia juga berperan penting di dunia internasional, yaitu dengan menjabat sebagai Sekjen International Sepak Takraw Federation (ISTAF).

“Tekad saya adalah membawa Sepak Takraw ke ke Olimpiade. Memang butuh perjuangan besar, karena selama ini Cabor tradisional ini, lebih di kenal di kawasan Asia, namun kita akan terus memperjuangkannya,” kata Datok Abdul Halim.

Sejak kepemimpinannya di ASTAF dan ISTAF, Datok Abdul Halim memang terus mengakampanyekan berbagai perkembangan Sepak Takraw. Ia tidak hanya memperjuangkan ke Olimpiade, namun ke beberapa kejuaraan multievent, misalnya Commonwealth Games.

“Saya juga bertekad membawa Sepak Takraw ke Pesta Olahraga Negara Persemakmuran, yang Isyaallah akan berlangsung di Malaysia. Kita mulai meningkatkan lobi-lobi kelas tinggi, agar Cabor ini bisa diterima oleh Komite Olimpiade Internasional,” paparnya.

Untuk merealisasikan tekad membawa Speak Takraw ke Olimpiade, Datuk Abdul Halim telah melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak. Ia pun telah menggagas adanya ISTAF Superseries, yang merupakan kompetisi Sepak Takraw Internasional, dan diselenggarakan oleh Sepak Takraw Federasi Interbational (ISTAF).

PRESIDEN OCA – Presiden ASTAF, Datok Abdul Halim Bin Kader (kanan) bersama Presiden Olympic Council Of Asia (OCA), HE Sheikh Fahd Ahmad Al-Sabah, usai membahas masalah Sepak Takraw di Bangkok, Thailand beberapa waktu lalu.erbagai pihak. Datok Abdul Halim optimis bisa mengembangkan olahraga ini. Ia pun berharap, adanya dukungan dari berbagai pihak, terutama negara-negara besar yang telah menjadikan Sepak Takraw sebagai Cabor andalan.

Dengan banyaknya kejuaraan internasional, termasuk Piala Dunia ISTAF, maka Sepak Takraw akan terus dikenal b

“Saya menggandeng Indonesia, Malaysia, Siangpura, Thailand, dan semua negara di Asia, agar bisa mengantarkan Cabor ini ke tingkat internasional. Saya juga melihat, perkembangan Sepak Takraw Indonesia terus membaik, bahkan suatu saat bisa menyalip dominasi Thailand,” ujarnya.

Sebagai pemimpin di dua organisasi Datok Abdul Halim juga sangat memperhatikan masukan dan saran dari berbagai pihak, terutama mereka yang sangat mendukung rencana-rencana ISTAF dan ASTAF.

“Sebagai pemimpin, kita boleh dikritik dan menerima kritik tersebut secara positif. Tugas pemimpin olahraga memang berat, namun sebagai pemimpin kita boleh memimpin dan dipimpin. Kritikan yang bernas, harus diterima dengan terbuka,demi memperbaiki prestasi olahraga tersebut,” tutur Datok Abdul Halim.

Dukungan akan tekad Datok Abdul Halim membawa Sepak Takraw ke Olimpiade disampaikan oleh Wasit Sepak Takraw internasional asal Kalbar, Ahmad Jamalong. Menurut Jamalong, Sepak Takraw adalah olahraga prestasi dan bisa juga jadi rekreasi.

“Kita wajib mendukung semua program kerja Presiden ASTAF dan Sekjen ISTAF, terutama membawa Cabor ini ke kejuaraan multievent, terutama di Olimpiade,” kata Jamalong. (amy)

LEAVE A REPLY