PKPI Nyatakan Dukungan ke Jokowi pada Pilres 2019

222
DEKLARASI DUKUNGAN – Jajaran pengurus Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) se-Indonesia, menyatakan dukungannya kepada Ir Joko Widodo (Jokowi), untuk maju sebagai calon Presiden pada Pilpres 2019. Deklarasi ini dilakukan dalam bentuk apel bersama pada Senin (12/6/2017).

PARTAI Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), menyatakan dukungannya kepada Ir Joko Widodo (Jokowi), untuk maju sebagai calon Presiden pada Pilpres 2019. Dukungan ini diberikan dan akan segera ditindaklanjuti dalam berbagai langkah strategis dan taktis, sesuai kebijakan organisasi.

Pernyataan dukungan ini disampaikan pada Senin (12/6). PKPI berpendapat, bangsa dan negara RI masih memerlukan sosok Jokowi, untuk memimpin Indonesia periode 2019-2024. PKPI percaya, bahwa Jokowi adalah sosok pemimpin yang mampu menerjemahkan amanat konstitusi, ke program-program konkret yang langsung dirasakan rakyat jelata.

“Beliau telah menerjemahkan amanat, dengan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Hal ini terlihat dengan adanya kebijakan Indonesia sentris, yakni membangun seluruh daerah terutama di luar Jawa, yang selama ini jauh tertinggal dari pusat pemerintahan,” papar Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI Kalbar, Mustaat Saman, yang ikut hadir saat pernyataan sikap di Jakarta.

PKPI menilai, Jokowi telah membangun infrastruktur, melakukan terobosanm dengan menyamaratakan harga BBM di 12 daerah terpencil, sesuai harganya di pulau Jawa. Kebijakan ini meminimalisir kesenjangan antar daerah yang selama ini terjadi.

Hal ini membuktikan mulai teratasi dengan kerjanya yang nyata. Kini warga bangsa bisa berbangga, karena di berbagai gerbang perbatasan negara, Indonesia terlihat jauh lebih indah dan teratur dibandingkan sebelumnya.

“Bahkan dibandingkan dengan negara tetangga, gerbang perbatasan Indonesia lebih bagus dan menarik. Saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air yang hidup di Indonesia Timur, nyata telah merasakan hasil dari berbagai kebijakan Jokowi sebagai Kepala Negara dan Pemerintahan,” paparnya.

Keberhasilan Presiden Jokowi, juga terbukti mampu mempertahankan kepercayaan publik, baik di tataran domestik maupun internasional.

Berdasarkan Survei Saiful Mujani Research and Consulting, memperlihatkan 58 persen masyarakat cukup puas dengan kinerjanya. Bukan hanya itu, tingkat keterpilihan (elektabilitas) Jokowi juga berada pada angka 53,7 persen. Angka ini memperlihatkan betapa serangan politik yang bertubi-tubi kepada Presiden terutama terkait dengan Pilkada DKI, tidak berdampak signifikan terhadap kepercayaan rakyat Indonesia kepadanya.

“Masyarakat internasional juga menaruh kepercayaan pada kemampuan Presiden Joko Widodo, dlm mengelola perekonomian Negara. Terbukti dari lembaga rating Standard & Poor yg telah menaikkan sovereign rating Indonesia menjadi BBB- dengan outlook stabil. United Nations Conference on Trade and Development juga menempatkan Indonesia, sebagai Negara yang memiliki prospek investasi ke-4 dunia setelah Amerika, Cina dan India,” ujar Saman.

Kemampuan Jokowi sebagai Kepala Pemerintahan juga sudah terlihat dalam konsolidasi dukungan politik, baik formal maupun non formal. Ia ternyata piawai dalam memainkan ritme politik, yakni kapan ia harus mengambil jarak dan kapan ia harus merangkul.

Kekuatan-kekuatan politik besar di parlemen, telah berhasil digalangnya dengan gemilang. Ia juga sukses membangun basis dukungan kultural, dari kekuatan-kekuatan Islam arus utama seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadyah. Alhasil, sentimen keagamaan yang dipakai untuk menjatuhkan kredibilitas dirinya, tidak berdampak apa-apa thd kepercayaan rakyat.

“Rakyat telah melihat dengan jernih, bahwa Jokowi adalah sosok yang selalu bekerja secara jujur, tulus dan ikhlas, demi kesejahteraan segenap rakyat Indonesia,” tuturnya.

Presiden Jokowi adalah sosok pemersatu yang secara santai dan cerdas, telah mampu menjadi pengikat berbagai suku, etnis, ras dan agama yang ada di Indonesia. Dia telah menunjukkan dgn sungguh-sungguh selama dua tahun ini pengabdiannya kpd negara kita dgn ideologi Pancasila, justru pada saat ancaman radikalisme dan disintegrasi bangsa kita sedang mengemuka.

Mantan Walikota Solo ini adalah Presiden pertama pasca reformasi yang menghidupkan kembali  lembaga pembinaan ideologi Pancasila, yang sempat mati suri selama belasan tahun belakangan ini. Hal tersebut memperlihatkan kesetiaan dirinya terhadap Pancasila, sbg dasar negara bangsa Indonesia.

Pernyataan dukungan ini juga merupakan tekad yang bulat dari seluruh kader dan simpatisan PKPI di seluruh tanah air. Untuk mencurahkan pikiran dan tenaga dlm memperjuangkan Jokowi hingga terpilih periode kedua kalinya sebagai Presiden, Kepala Pemerintahan, Kepala Negara dan Pemegang Kekuasaan Tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara, serta Kepolisian Republik Indonesia.

“PKPI akan berjuang bahu membahu dengan seluruh potensi dan kekuatan kebangsaan. Kita bersama menghadapi setiap ancaman, gangguan dan hambatan, serta menjawab setiap tantangan terhadap administrasi Jokowi mulai hari ini dan seterusnya. Semoga Allah SWT meridhoi segenap bangsa Indonesia,” pungkas Saman. (amy)

LEAVE A REPLY