Danlanud Supadio Ajak Duniakan Petinju Kalbar

695
Ari Agustian, petinju muda Kalbar, saat berkunjung ke Lanud SUpadio, dan diterima langsung oleh Danlanud, Marsekal Pertama Minggit Tribowo.

PEMBINA Komite Tinju Indonesia (KTI) Kalbar, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Minggit Tribowo, sangat bangga dengan prestasi yang diraih Petinju Kalbar, Ari Agustian. Untuk itu, pria yang juga menjabat sebagai Komandan Lanud (Danlanud) Supadio ini, mengajak semua pihak untuk menduniakan para petinju terbaik Kalbar.

Ari, berhasil meraih medali emas pada Kejuaraan Tinju Bingkai Indonesia Super Fight Boxing 2017, di Kelas Bulu, 57 Kilogram, di GOR Otista, Jakarta Timur. Mantan petinju amatir Kalbar yang tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jabar 2016 ini, memukul KO lawannya, Muhammad Ramadan asal NTT, pada ronde ketiga, Minggu (9/7) siang.

“Warga Kalbar harus bangga, punya banyak petinju yang bisa berprestasi di tingkat nasional. Salah satunya Ari Agustian, mari kita dukung, hingga ia bertarung di internasional,” kata Marsma Minggit, usai menerima kunjungan Ari bersama sang pelatih, Damianus Yordan, Selasa (12/7).

Danlanud juga berharap, petinju-petinju muda lainnya, bisa mencontoh prestasi yang diraih oleh Ari, sehingga nama Kalbar, khususnya pada dunia Tinju, semakin dikenal luas. Kalbar, menurutnya, adalah gudang para petinju terbaik, yang dibuktikan dengan lahirnya para petinju-petinju andalan.

“Semoga petinju muda Kalbar lainnya, bisa mengikuti jejak Ari. Selamat untuk Ari, atas raihan prestasinya, semoga bisa ditingkatkan lagi,” tuturnya.

Untuk mewujudkan lahirnya para petinju terbaik tersebut, Danlanud pun mengajak semua kalangan dan stakeholder untuk membangun sarana dan prasarana, serta dukungan yang nyata bagi pengembangan para petinju tersebut. Tanpa dukungan tersebut, potensi yang ada di para petinju, akan sulit berkembang.

“Melahirkan prestasi, tidak mudah. Harus ada perjuangan dari atlet yang bersangkutan. Selain itu, pemerintah dan pihak lainnya, harus membangun sarana,” paparnya.

Lanud Supadio, lanjut Marsma Minggit terus berupaya memfasilitasi para atlet terbaik, yang selama ini jadi domain pembinaan Lanud. Di antara Tinju dan Terjun Payung, melalui Federasi Aero Sport Indonesia Daerah (Fasida) Kalbar.

“Kita terus mengapresiasi para atlet yang jadi binaan kita. Selain menyiapkan sarana dan prasana, kita juga berikan uang pembinaan bagi yang berprestasi,” ujar mantan penerbang pesawat tempur ini.

Pelatih Tinju Kalbar, Damianus Yordan mengatakan, pertarungan yang dilakukan Ari dan lawannya, berlangsung begitu keras. Kedua petinju dengan gaya yang sama ini, terus jual beli pukulan hingga ronde ketiga.

“Pertarungan sangat seru, keras, dan rapat. Pada ronde pertama, Ari sempat terpeleset. Namun, pada ronde ketiga, berondongan pukulan Ari mengenai dagu, perut dan ulu hati, hingga akhirnya lawan KO,” papar Dami.

Abang Kandung dari juara Tinju kelas ringan (61,2 kilogram) WBO Asia Pasifik dan Afrika, Daud Yordan ini, berterima kepada pihak-pihak yang sudah mau membantu Ari, mengikuti kejuaraan tersebut. Meskipun di tengah berbagai kesulitan, petinju binaannya bisa juara.

“Terutama kepada Ketua KTI Kalbar Pak Adrianus, Danlanud Supadio, dan Wakil Gubernur, yang bersama-sama membantu. Tidak lupa kepada masyarakat Kalbar pecinta Tinju,” katanya.

Kemenangan ini menurutnya menjadi kebanggaan tersendiri. Terutama bagi petinju binaannya itu yang baru memulai langkah di karir Tinju profesional. Ia pun berharap, Ari bisa meningkatkan kemampuannya, karena akan banyak pertarungan yang dihadapi.

Sang petinju, Ari Agustian mengaku mendapatkan pertarungan agresif kala menghadapi Muhammad Ramadan. Pertarungan yang diwarnai dengan jual beli pukulan tersebut, sempat membuat Ari agak goyah. Namun, dengan motivasi tinggi, Ari akhirnya bisa mengeluarkan pukulan andalannya.

“Saya bersyukur bisa menang pada ronda awal. Dengan kemenangan ini, saya semakin termotivasi untuk menapak Tinju dunia. Semoga banyak jalan ke pertarungan dunia,” tutur Ari. (amy)

LEAVE A REPLY