Desa Sungai Ringin Dukung Pemkab Sekadau Realisasikan Pajak Pedesaan Rp2,2 Miliar

125
Abdul Hamid, Kades Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir.

SEKADAU, LK Pemkab Sekadau, melalui Badan Pengelola Retribusi dan Pajak Daerah (BPRPD), menargetkan realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan Perkotaan (PBB-P2), 2017 senilai Rp2,2 miliar. Target ini akan diwujudkan melalui kerja sama dengan aparatur desa.

Salah satu desa yang mendukung pencapaian target pajak tersebut, adalah Desa Sungai Ringin. Mellui optimalisasi Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) setempat, guna menyasar warga sebagai objek pajak.

Kepala Desa Sungai Ringin, Abdul Hamid mengatakan, pihaknya telah meminta setiap RT di desanya dalam merealisasikan target pajak. Ia tak menampik, bahwa target PBB-P2 hingga kini masih tidak tercapai.

“Tidak hanya Desa Sungai Ringin saja, perlunya peran serta seluruh desa dalam membantu pemerintah merealisasikan target pajak,” ujarnya, kepada lawangkuari.com, Kamis (13/7/2017).

Menurut Abdul, hal ini tentu perlu upaya bersama-sama untuk merealisasikan terget pajak tersebut. Desa Sungai Ringin sendiri, punya target PBB sekitar Rp300 juta.

“Kami berharap masyarakat Desa Sungai Ringin agar taat pajak baik PBB maupun pajak lainnya. Karena pajak itu akan dikelola dan kembali untuk membangun daerah,” imbaunya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sekadau Handi mengatakan, permasalahan target pajak tersebut sudah sering disampaikan dalam rapat. Hanya saja dari tahun-tahun sebelumnya memang target pajak sering tidak tercapai.

“Jadi, persoalan itu sudah sering kami pertanyakan dalam rapat, termasuk saat pandangan umum fraksi-fraksi. Berbagai alasan dikemukakan terkait kendala capaian target pajak itu,” bebernya.

Untuk itu, pihaknya juga menyarankan dinas terkait untuk proaktif dalam mengejar target pajak tersebut. Namun tidak kalah penting adalah kesadaran masyarakat untuk membayar pajak. “Harus ada kesadaran untuk membayar pajak,” kata Politisi Partai Gerindra itu.

Handi menambahkan, yang tidak kalah penting adalah masih ada potensi pajak yang belum digarap dengan maksimal. Ia mencontohkan, ada tempat wisata yang setiap tahun ribuan pengunjung datang ke sana.

“Hanya belum dimaksimalkan seperti apa untuk penarikan retribusinya,” ungkapnya.

Sedangkan untuk kawasan parkir, sudah ada titik-titiknya. Dia mengakui, hal itu belum digarap secara maksimal. “Untuk itu, kami berharap semua titik-titik yang ada bisa digarap,” tuturnya.

Kepala Bidang Pengelola PBB dan PBHTB Badan Pengelola Retribusi dan Pajak Daerah Kabupaten Sekadau Suparmo menuturkan, untuk PBB-P2 ditargetkan sebesar Rp2,2 miliar. Ia mengatakan, sejauh ini realisasi PBB-P2 memang sudah cukup membaik.

Suparmo tak menampik, meski sudah membaik tetapi dirasa belum begitu maksimal karena berbagai kendala yang ada. Untuk itu, pihaknya pun sudah menyiapkan langkah antisipasi sehingga bisa dilakukan secara maksimal.

Selain itu yang dilakukan untuk mendongkrak PBB yaitu dengan menyertakan faktur pembayaran PBB sebagai salah satu persyaratan pendaftaran siswa sekolah. Faktur itu juga dijadikan sebagai syarat kenaikan pangkat berkala bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Sebagai syarat pemasangan instalasi air bersih PDAM. Sehingga dengan begitu, kami yakin realisasi PBB bisa meningkat,” ucapnya.

“Bagi masyarakat yang ingin mengurus PBB bisa datang langsung ke kantor dengan membawa sertifikat atau SKT dan fotocopy KTP,” pungkasnya. (asm)

LEAVE A REPLY