Masyarakat Desa Sungai Ringin Diminta Koordinasi Saat Membakar Ladang

159
SOSIALISASI – Sosialisasi Karhutla yang digelar oleh Polsek Sekadau Hilir di aula Kantor Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Selasa (8/8/2017). Masyarakat yang hendak membakar ladang, diminta melapor kepada Pemdes dan Forkompinka.

SEKADAU, LK – Kades Sungai Ringin, Abdul Hamid meminta masyarakat yang hendak membakar lahan, agar melapor kepada Pemerintah Desa (Pemdes). Hal itu, kata dia, untuk mengantisipasi merambatnya api akibat pembakaran.

Menurutnya, masyarakat yang hendak membakar ladang, akan diberikan pemahaman tentang Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Salah satunya dengan sosialisasi yang digelar di aula Kantor Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Selasa (8/8/2017) sore.

“Diharapkan bisa melapor dahulu ke Pemdes Sungai Ringin. Bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa, kita akan tangani bersama,” kata Kades Hamid, kepada lawangkuari.com.

Selain melapor saat akan membakar ladang, Kades Hamid juga meminta masyarakat tidak membakar lahan serempak dalam satu wilayah. Pembakaran serempak, bisa berbahaya karena tidak akan terpantau, yang nanti akan meluas ke wilayah lain.

“Mari bersama menjaga lahan, agar tidak terbakar. Kalau sudah terbakar, kita juga yang susah,” paparnya.

Kapolsek Sekadau Hilir, Iptu Masdar mengatakan, pihaknya terus memberikan pemahaman ke masyarakat mengenai Karhutla. Apalagi, kata dia, pencegahan Karhutla merupakan instruksi langsung Presiden Joko Widodo.

“Ini sebagai upaya menghindari bencana kabut asap, karena Karhutla. Semua pihak diharapkan turut berperan mencegahnya,” ujar Iptu Masdar.

Ia mengatakan, Pemkab bersama Forkopimda Sekadau, telah melaksanakan apel siaga Karhutla. Untuk tingkat desa, kata dia, juga diharapkan peran serta masyarakat membantu pencegahannya.

“Ini perlu kerja sama semua pihak, bukan hanya Polri, TNI, pemerintah. Namun, seluruh elemen masyarakat,” tuturnya.

Plt Kabid Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau, Edy Prasetyo mengatakan, Pemkab telah menetapkan status siaga darurat penanganan bencana asap, akibat Karhutla di Kabupaten Sekadau. Ia mengatakan, pembentukan Satgas pencegahan Karhutla juga telah terbentuk.

“Pada 2016, tercatat 66 hotspot. Harapannya tahun ini, hotspot dapat dikurangi dan ini perlu peran serta seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap masyarakat yang hendak berladang agar mengindahkan instruksi bersama Forkopimda Kabupaten Sekadau. Instruksi bersama ini disampaikan, agar masyarakat memahami dan menerapkannya.

“Kita berusaha mencegah Karhutla, oleh karena itu, kita gencarkan sosialisasi hingga ke desa-desa. Kita berharap masyarakat bisa bekerja sama,” pungkasnya. (asm)

LEAVE A REPLY