Ketua PKK Sekadau Buka Pelatihan Ketahanan Pangan Untuk UP2K

158
Ketua TP PKK Kabupaten Sekadau Ny. Kristina Rupinus, didampingi wakil ketua TP PKK. Ny Vixima Heri Supriyanti Aloysius, dan Kepala BPOM Pontianak, Corry Panjaitan, membuka secara resmi pelatihan penyuluhan keamnan pangan bagi kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) usaha kecil rumah tangga dan kader pkk se kabupaten sekadau di aula sekretariat PKK Jl. Merdeka Timur, Rabu (9/8/2017).

SEKADAU, LK – Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sekadau, Ny Kristina Rupinus, berharap kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Usaha Kecil Rumah Tangga dan Kader, bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga di Sekadau.

Hal ini, disampaikan oleh Ny Kristina saat membuka pelatihan penyuluhan keamanan pangan bagi kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) bagi usaha kecil rumah tangga dan kader PKK se-Kabupaten Sekadau di Aula Sekretariat PKK, Jalan Merdeka Timur, Rabu (9/8/2017).

Saat pembukaan, Ny Kristina didampingi oleh wakil ketua TP PKK Kabupaten Sekadau, Ny Vixima Heri Supriyanti Aloysius, dan Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pontianak, Corry Panjaitan.

Ny Kristina dalam sambutannya mengatakan, sosialisasi penyuluhan keamanan pangan bagi kelompok UP2K ini merupakan kerjasama lintas pokja yang ada di program kelompok TP PKK Kabupaten Sekadau 2017.

“ Secara umum, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta, terutama dalam memproduksi pangan,” ujarnya.

Dengan pangan yang bermutu, aman dikonsumsi, dan layak, maka bisa meningkatkan kesehatan keluarga. Menurut alumni Magister Ilmu Sosial Fisip Untan ini, tujuan lainnya adalah memberikan pemahaman yang baik, tentang ketentuan dan tata cara pemberian ijin usaha industri dan tanda daftar industri.

“Saya berharap, para peserta yang terdiri dari ibu ibu dan bapak, bisa memahami pengetahuan dan keterampilan dalam memproduksi/mengolah makanan/minuman agar produksi yang dihasilkan memenuhi sayarat kesehatan dan memenuhi tuntutan konsumen,” papar Ny Kristina.

Lebih lanjut, dikatakan ibu yang juga seorang guru ini, penyediaan makanan yang aman, bergizi dan cukup merupakan strategi yang penting untuk mencapai sasaran dalam bidang kesehatan.

“Mutu dan makanan tidak hanya berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga mempunyai pengaruh penting terhadap produktifitas ekonomi dan perkembangan sosial,” katanya.

Adapun materi diberikan narasumber mengenai cara produksi pangan yang baik, keamanan, dan mutu pangan dalam pengelolaan industri rumah tangga dan label pangan.

“Saya minta peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan bertanya jika ada hal hal yang kurang jelas,” tutur ibu yang dikenal ramah dan murah senyum ini.

Kepala BPOM Pontianak, Corry Panjaitan, meminta peserta pelatihan jangan mudah percaya dengan makanan yang dijual melalui online.

“Ibu-ibu lebih baik percaya dengan makanan yang dibuat oleh ibu ibu sendiri. Sehingga keluarga terjaga dari bahaya makanan ilegal,” pintanya.

Ia juga mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh PKK Kabupaten Sekadau ini. Kegiatan ini menurutnya sangat baik dalam rangka untuk menambah pemahaman dan pengetahuan terhadap ketahanan pangan rumah tangga.

Ketua panitia kegiatan, Sovian dalam laporannya mengatakan kegiatan penyuluhan dan pelatihan keamanan pangan ini akan dilaksanakan selama satu hari. Terdiri dari TP PKK kecamatan, kelompok UP2K Kecamatan Sekadau Hilir, kelompok kecil usaha rumah tangga atau industri rumah tangga pangan Kecamatan Sekadau Hilir.

“Ada juga peserta dari Kecamatan Sekadau Hulu dan Kecamatan Nanga Mahap, serta kader PKK Kecamatan Sekadau Hilir, Sekadau Hulu dan Nanga Mahap,” katanya. (asm)

LEAVE A REPLY