Danlanud Supadio Tutup Latihan Lanjutan Skadron Udara 51

394
Tradisi penyiraman air kembang kepada anggota Skadud 51 yang berhasil meraih prestasi terbaik di bidangnya, oleh Danlanud Supadio, saat penutupan latihan di Lanud Supadio, Jumat (11/8/2017).

KUBU RAYA, LK – Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Supadio, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Minggit Tribowo, S.IP, menutup latihan lanjutan Skadron Udara (Skadud) 51, Jumat (11/8/2017). Penutupan ini berlangsung di depan Hanggar Skadud 51.

Upacara penutupan berlangsung khidmat, dan dihadiri para Kepala Dinas (Kadis), Komandan Satuan (Dansat) serta segenap anggota di jajaran Lanud Supadio.

Dalam sambutannya, Danlanud mengatakan bahwa dengan selesainya latihan lanjutan ini, maka upaya pemenuhan kebutuhan para penerbang external dan internal pesawat UAV, serta teknisi mengalami kemajuan.  Hal ini dapat meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan TNI Angkatan Udara (AU) dalam mengemban tugasnya dimasa mendatang.

“Tugas pokok TNI AU selaku penegak kedaulatan dan hukum negara di udara, pada masa mendatang semakin berat dan penuh tantangan. Maka harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan,” paparnya.

Danlanud Supadio, Marsma TNI Minggit Tribowo, fotobersama anggota Skadud 51 yang berhasil meraih prestasi terbaik di bidangnya, Danlanud Supadio, saat penutupan latihan di Lanud Supadio, Jumat (11/8/2017).

Menurut Marsma Minggit, adanya tantangan dalam mengemban tugas,  sangat lah tepat kebijakan pimpinan membentuk Skadud 51, yang mempunyai alutsista pesawat Nirawak. Hal ini tentunya akan menambah kekuatan udara Lanud Supadio, dalam menjaga pertahanan dan keamanan wilayah udara Indonesia.

Disisi lain, lanjut Danlanud, keberadaan pesawat nirawak  bukan hanya digunakan untuk Operasi Militer Perang (OMP), namun dapat juga digunakan dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

“Ke depan, tentunya tugas Skadud 51 semakin komplek. Dengan adanya Skadud 51 ini memberikan harapan yang besar bagi masyarakat Kalba, dalam mendukung  pembangunan daerah dan pengamanan wilayah perbatasan,” ujar Marsma Minggit.

Di tempat yang sama, Komandan Skadron Udara (Danskadud) 51, Letkol Pnb Arie Sulandjana, S.T., M.P.M menjelaskan, bahwa latihan lanjutan Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) Skadud 51, diikuti oleh 6 perwira penerbang, 2 perwira elektronika dan 1 perwira teknik.

“Latihan ini dilaksanakan selama 6 bulan terhitung mulai tanggal 11 Februari hingga 11 Agustus 2017.  Dan kami bersyukur dalam pelaksanaan latihan dapat berjalan lancar dan aman sehingga tercipta zero accident,” ujar Danskadud 51.

Tradisi penyiraman air kembang kepada anggota Skadud 51 yang berhasil meraih prestasi terbaik di bidangnya, oleh Danlanud Supadio, saat penutupan latihan di Lanud Supadio, Jumat (11/8/2017).

Dalam acara ini juga dilaksanakan tradisi penyiraman air kembang kepada Letkol Pnb Dedi Kusuma Jaya, Mayor Pnb Sukamto dan Kapten PnbNoviono yang berhasil meraih kualifikasi Internal Pilot.

Kemudian Kapten Pnb Muslih yang berhasil meraih kualifikasi Pilot Operator, Lettu Pnb Rizky yang berhasil meraih kualifikasi External Pilot dan Kapten Tek Yubie, Kapten Lek Fahrozi dan Lettu Lek Yoga yang berhasil meraih kualifikasi Chief Teknisi.

“Kemampuan dan kualifikasi anggota jadi modal untuk meningkatkan profesional. Skadud 51 ke depannya akan terus berkarya, menjaga kedaulatan udara NKRI,” pungkas Letkol Arie. (amy)

LEAVE A REPLY