Semarak Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-72 di Desa-Desa Kabupaten Sekadau

228
JAJARAN BENDERA – Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-72, sangat terasa di desa-desa yang ada di Kabupaten Sekadau. Desa-desa ini menyelenggarakan aneka permainan rakyat dan pertandingan olahraga.

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-72, di Desa Menua Prama, Kecamatan Belitang, Kabupaten Sekadau berlangsung semarak. Berbagai lomba yang diselenggarakan di tingkat RT, diakui bisa mengangkat perekonomian masyarakat.

Masyarakat Desa Menua Prama, menyelenggarakan berbagai lomba, baik itu permainan rakyat, olahraga, dan kesenian. Adanya lomba ini, membuat alur kehidupan ekonomi masyarakat lebih aktif. Karena di saat lomba diselenggarakan, banyak terjadi akivitas jual beli.

Menurut Kades Menua Prama, Lasarus salah satu lomba yang menarik minat semua RT di desanya adalah menghias lingkungan. Lomba ini diselenggrakan untuk memperindah lingkungan RT setempat, agar lebih tertata, asri, dan bersih.

“Contohnya dengan membuat gapura sebagai pintu gerbang RT, pagar rumah, memasasang umbul-umbul, dan beberapa hal lainnya,” ujar Lasarus.

Adapun penilaian dari lomba ini dilakukan oleh oleh tim dari kecamatan, sehingga bisa dipercaya hasilnya. Kegiatan-kegiatan ini, kata Lasarus, sangat didukung oleh masyarakat pada setiap RT Bahkan, kini lingkungan RT di desanya, benar-benar terlihat beda.

“Lebih semarak, bersih, tertata, dan nyaman dipandang. Saya berharap, keadaan ini bisa dijaga setiap saat, tidak hanya saat lomba saja,” paparnya.

Untuk merangsang semua RT mempersiapkan lingkungannya, Kades Lasarus pun menjanjikan hadiah yang relatif besar. Ia menggandeng beberapa sponsorhip, agar mendukung lomba yang diselenggarakan.

“Dukungan membangun desa harus dilakukan semua pihak. Warga, pemerintah, dan stakeholder, harus bahu membahu, sehingga desa lebih maju,” kata Lasarus.

Perlombaan dalam rangka HUT RI ke-72, juga diselenggarakan oleh Desa Rawak Hulu, Kecamatan Sekadau Hulu. Di desa ini, Pemdes menyelenggarakan perlombaan rakyat, dari anak-anak, dewasa, hingga orangtua. Hal ini dilakukan untuk menghibur masyarakat.

“Kita melestarikan permainan rakyat, seperti Panjat Pinang, Tarik Tambang, Lomba Makan Kerupuk, dan beberapa lainnya,” kata Kades Rawak Hulu, Budi.

Kades Budi mengatakan, warganya sangat antusias dalam kegiatan ini. Lomba-lomba tersebut dipusatkan di Lapangan Gapur Rawak. Dengan adanya lomba-lomba ini, diharapkan selain semarak perayaan HUT RI, juga bisa melestarikan berbagai permainan rakyat.

Pemerhati Kearifan Lokal Sekadau, Abang Mohd Firman mengatakan, dengan banyaknya kegiatan semarak kemerdekaan, tentu berdampak pada perputaran ekonomi. Adanya kegiatan, pasti dilengkapi dengan pedagang aneka barang, termasuk makanan.

“Kita lihat saja, setiap ada keramain, pasti ada penjual aneka jenis barang. Terasa atau tidak, maka akan meningkatkan perekonomian, karena terjadi aktivitas jual beli,” kata Firman.

Menurutnya, pemerintah dan swasta harus melirik kegiatan tahunan ini. Apabila dikelola dengan benar, maka jadi potensi ekonomi masyarakat.

“Artinya bila dikelola dengan baik, bisa lebih besar perputaran ekonominya,” paparnya.

Selain bidang ekonomi, adanya berbagai kegiatan semarak kemerdekaan, juga jadi sarana melestarikan budaya gotong-royong dan permainan rakyat, yang harus diakui kini mulai ditinggalkan. Padahal, lanjutnya, permainan rakyat dan gotong-royong adalah jati diri bangsa Indonesia.

“Harus ditanamkan dalam masyarakat, karena ini identitas bangsa. Kita harus lestarikan, agar tidak hanya jadi rutinitas belaka,” tukasnya.(amy)

LEAVE A REPLY