Sungai Ringin Buka Wilayah Terisolir untuk Tingkatkan Perenomian Masyarakat

197
KOLAM IKAN – Pemdes Sungai Ringin memanfaatkan lahan di halaman Kantor Desa untuk budidaya ikan air tawar. Diharapkan, dengan adanya budidaya ini bisa meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD).

SEKADAU, LK – Pemerintah Desa (Pemdes) Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, terus berupaya membuka akses di beberapa wilayah yang terisolir. Menurut Kades Sungai Ringin, Abdul Hamid, pembukaan akses wilayah ini jadi pekerjaan rumah tersendiri untuk pemerintahannya.

“Saya jelas prihatin dengan adanya beberapa wilayah yang terisolir. Bersama aparatur desa lainnya, saya bertekad mengentaskan masalah ini,” paparnya, saat ditemui Suara Pemred, Jumat (11/8).

Wilayah yang terisolir tersebut di antaranya belum memiliki infrastruktur jalan yang bagus. Hamid mengakui, pembangunan di desanya juga belum optimal. Namun, dengan adanya berbagai dana pembangunan dari pemerintah yang lebih tinggi, ia optimis semua bisa dibenahi.

“Tentunya harus ditingkatkan pembangunan infrastruktur, sehingga menjangkau ke wilayah-wilayah yang terisolir,” ujar Hamid.

Pria yang akrab disapa Anjang Jonok ini, menjelaskan wilayah-wilayah yang terisolir tersebut sebenarnya punya potensi di berbagai bidang, terutama pertanian dan perkebunan. Apabila bisa dibuka aksesnya, maka akan meningkatkan perekonomian dan pembangunan di berbagai sektor.

“Ini jadi skala prioritas Pemdes Sungai Ringin. Harapannya, ekonomi masyarakat meningkat, dengan dibuka akses perekonomian masyarakat wilayah terisolir,” katanya.

Hamid mengakui, untuk membuka akses infrastruktur tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab Sekadau. Apalagi, kata dia, bila membuka jalan baru, tentunya harus dibantu oleh Pemkab, terutama dari segi pembiayaan.

“Selain itu, terkait dengan izin pembangunan, karena dikhawatirkan bisa melahirkan problem baru, karena masyarakat tidak mau menyerahkan lahan,” tutur Hamis.

Ia berharap, ke depannya pembangunan yang di Desa Sungai Ringin semakin meningkat. Saat ini, secara perlahan, perekonomian masyarakat Desa Sungai Ringin terus meningkatkan.

Hamid bersyukur, dengan adanya Alokasi Dana Desa (ADD)  dan Dana Desa (DD), jadi modal utama pembangunan yang berkelanjutan untuk semua wilayah.

“Kami juga terus mengembangkan pengelolaan ADD dan DD. Ada prioritas khusus, agar dua sumber dana ini tidak hanya untuk pembangunan infrastruktur saja, namun juga untuk modal usaha,” katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sekadau, Bayu Dwi Harsono mengatakan, ADD dan DD yang diterima dalam jumlah besar, harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Dengan besaran dana yang terus ditambah, ia menilai banyak yang bisa dilakukan oleh Pemdes.

“Pembangunan fisik maupun non fisik, bisa saja dilakukan Pemdes secara bersamaan. Yang penting, manfaatkan dana tersebut sesuai peruntukannya,” ujar Bayu.

Bayu berharap, Pemdes Sungai Ringin meningkatkan musyawarah dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan tokoh desa yang ada, dalam setiap kegiatan. Hal ini untuk mencari formulasi terbaik dalam pemanfaatan dana yang ada.

“Sehingga desa bisa lebih baik dan maju, dibandingkan sebelum ada dana yang langsung dikelola desa,” katanya.

Bayu berharap, seluruh desa yang ada di Kabupaten Sekadau, bisa berkompetisi membangun desanya agar lebih maju. Adanya kompetisi yang positif, bisa memotivasi desa, agar terus membangun.

“Desa harus bersaing positif untuk kemajuan. Yang penting penggunaan dana harus transparan, akuntabel, dan partisipatif,” pungkasnya. (amy)

LEAVE A REPLY