Danlanud Supadio Berharap Wanita Angkatan Udara Tingkatkan Profesionalitas

242
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Supadio, Marsma TNI Minggit Tribowo, S.IP, didampingi Ketua Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 19/D.I, memberikan potongan tumpeng ke Wara Peltu Rosita, saat syukuran HUT Wara ke-54. Kegiatan ini berlangsung di VIP Room Lanud Supadio, Senin (14/8/2017).

KUBU RAYA, LK – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Supadio, Marsma TNI Minggit Tribowo, S.IP, meminta prajurit Wanita Angkatan Udara (Wara) di lingkungan Lanud Supadio, bisa meningkatkan profesionalisme. Permintaan ini disampaikan Danlanud saat menghadiri syukuran HUT Wara ke-54.

Kegiatan ini berlangsung di VIP Room Lanud Supadio, Senin (14/8/2017). Selain Danlanud, syukuran ini juga dihadiri oleh para pejabat di jajaran Lanud Supadio, Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 19/D.I beserta pengurus, anggota Korp Wanita Angkatan Udara (Kowad), anggota Korp Wanita Angkatan Laut (Kowal), Polisi Wanita (Polwan) Polda Kalbar, dan perwakilan anggota, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) Lanud Supadio.

“Dalam memperingati hari jadinya, saya meminta semua Wara di Lanud Supadio, bisa meningkatkan kinerja dan karya. Harus semakin baik, dan terukur,” papar Danlanud.

Menurutnya, peringatan HUT Wara harus mengandung makna bagi prajurit Wara. Peringatan HUT Wara harus jadi bahan evaluasi dan introspeksi atas keberadaannya. Dengan hal tersebut, maka selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam meningkatkan profesionalitas Wara ke depan.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Supadio, Marsma TNI Minggit Tribowo, S.IP, bernyanyi bersama Wanita Angkatan Udara (Wara) di lingkungan Lanud Supadio, dan undangan yang teridri dari Kowad, Kowal, dan Polwan yang bertugas di Kalbar. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka syukuran HUT Wara ke-54, di VIP Room Lanud Supadio, Senin (14/8/2017).

Marsma Minggit menjelaskan, konsekuensi yang dituntut dari seorang prajurit Wara sangat berat. Karena di samping tanggung jawabnya sebagai seorang prajurit TNI AU, yang dituntut profesional, Wara juga harus memikul norma-norma kewanitaan yang khas, sebagai perempuan Indonesia.

“Apalagi bila berstatus istri dan ibu dari anak-anaknya, jelas punya tugas ganda, yang tidak selalu ringan. Namun, dengan profesionalitas, maka semuanya bisa dijalankan,” tuturnya.

Oleh karena itu, maka Wara di LanudSUpadio harus memupuk semangat juang, untuk menjadi perempuan Indonesia terhormat, yang mampu menjalankan multi peran dengan sebaik-baiknya. Peran ini adalah sebagai Wara yang tangguh, serta wanita Indonesia yang terhormat.

Ketua Panitia syukuran HUT Wara ke-54, Mayor Sus Rini Marini mengatakan, pada hari lahirnya yang Ke-54, Wara telah banyak berbuat yang terbaik untuk TNI AU. Wara jadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengabdian TNI AU di mana pun berada.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Supadio, Marsma TNI Minggit Tribowo, S.IP, menyampaikan sambutannya pada syukuran HUT ke-54, Wanita Angkatan Udara (Wara) di lingkungan Lanud Supadio.
Kegiatan ini berlangsung di VIP Room Lanud Supadio, Senin (14/8/2017).

“Tolak ukur keberhasilan Wara, dapat dilihat dari berbagai kepercayaan tugas yang diberikan. Keberhasilan dan kepercayaan dicapai dengan adanya tekad, semangat, dan kerja keras, serta disiplin yang tinggi,” ujar Mayor Sus Rini.

Pamen yang menjabat sebagai Komandan Sekolah Bahasa (Dansesa) Lanud Supadio ini juga mengucapkan terima kasih atas dukungan, perhatian, dan bimbingan dari Danlanud serta Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 19/D.I Lanud Supadio. Peran aktif semua pihak, telah meningkatkan silaturahmi yang antara Danlanud dengan seluruh anggota Wara di Lanud Supadio.

“Kami sangat mengharapkan suport semua pihak, agar eksistensi Wara Lanud Supadio terus diakui semua kalangan,” katanya.

Acara yang berlangsung dengan penuh kekeluargaan ini ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Danlanud Supadio, yang didampingi Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 19/D.I, dan diberikan kepada Peltu Rosita. (amy)

LEAVE A REPLY