Lanud Supadio Andalkan Pesawat CN 295 Untuk Teknologi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Barat

332
Foto Bersama para peserta rapat kesiapan TMC yang berlangsung di Ruang Rapat Base Operation (Baseopss) Lanud Supodio, Selasa (5/9/2017). Rapat ini dihadiri oleh crew Pesawat CN 295, dengan pilot, Mayor Pnb Dian Ivantoko, dan sejumlah instansi terkait, yaitu Badan Pengkajian dan Penerapan (BPPT), Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD. Turut dihadiri Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Supadio, Kolonel Pnb Reka Budiarsa.

KUBU RAYA, SP – Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio, mengandalkan pesawat CN295, untuk mengatasi bencana Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar).

Pesawat jenis angkut ini, akan digunakan untuk kegiatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan di wilayah udara Bumi Khatulistiwa.

Pesawat CN 295 TNI Angkatan Udara, telah siaga sejak Senin (4/9/2017), di Main Apron Lanud Supadio. Pesawat angkut ini merupakan anggota Skadron Udara (Skadud) 2 Lanud Halim Perdana Kusama, Jakarta.

Kesiapan TMC yang akan dilaksanakan oleh crew Pesawat CN 295, disampaikan oleh sang pilot, Mayor Pnb Dian Ivantoko, saat rapat persiapan dengan sejumlah instansi terkait, yaitu Badan Pengkajian dan Penerapan (BPPT), Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan turut dihadiri Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Supadio, Kolonel Pnb Reka Budiarsa.

Rapat persiapan berlangsung di Ruang Rapat Base Operation (Baseopss) Lanud Supodio, Selasa (5/9/2017).

Rapat kesiapan TMC yangb berlangsung di Ruang Rapat Base Operation (Baseopss) Lanud Supodio, Selasa (5/9/2017). Rapat ini dihadiri oleh crew Pesawat CN 295, dengan pilot, Mayor Pnb Dian Ivantoko, dan sejumlah instansi terkait, yaitu Badan Pengkajian dan Penerapan (BPPT), Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD. Turut dihadiri Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Supadio, Kolonel Pnb Reka Budiarsa.

“Kami siap bertugas memadamkan bencana Karhutla di Kalbar. Secara umum, tugas crew pesawat adalah menaburkan NaCL ke koordinat di angkasa,” papar Mayor Pnb Dian.

Perwira menengah alumni AAU tahun 2001 ini mengkui, sudah sering menjalan tugas penyelenggaraan TMC. Bahkan, hampir setiap tahunnya, ia dan crew menjalankan tugas ini.

“Melalui tugas ini, kami turut menanggulangi bencana Karhutla di Kalbar, melalui Satgas Udara Lanud Supadio,” katanya.

Pada rapat tersebut, tim BPPT memaparkan pelaksanaan TMC direncanakan akan dimulai pada pukul 13.00 WIB, pada titik koordinat yang telah ditentukan, berdasarkan pertumbuhan awan yang terpantau dari satelit.

Pada pelaksanaan TMC ini, pesawat CN 295, telah didesain untuk membawa dan menaburkan NaCl, dengan terbang pada ketinggian tertentu. Kegiatan ini dipandu secara langsung oleh tim BPPT. (amy)

 

LEAVE A REPLY