Petinju Binaan Lanud Supadio Menang KO Tinju Internasional di Balai Sarbini Jakarta

397
Danlanud Supadio, Marsma MInggit Tribowo, meninjau kesiapan para petinju muda Kalbar, yang berlatih di Sasana Pertina Kalbar, Kompleks Stadion Sultan Syarif Abdurrahman Al-Kadrie (SSA), Jumat (8/9/2017).

DUA petinju muda Kalbar, Ari Agustian dan Sunardi Gambao berhasil meraih kemenangan knock out (KO). Keduanya bertarung pada partai tambahan Kejuaraan Tinju Internasional World Boxing Council (WBC), di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (9/9/2017).

Ari, petinju muda belia binaan Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio, menang pada ronde pertama dengan mengkanvaskan lawannya, Oktavianus Monsaku dari Kupang, (sebelumnya direncanakan melawan, Jack Langoni), pada Kelas Bulu 57 Kg. Sementara Sunardi, dari Daud Boxing Camp (DBC), bertarung pada Kelas Bulu Junior 55,6 Kg, menang atas Boydo Simanjuntak, petinju asal Sumatera Utara (Sumut).

Keberhasilan kedua petinju ini mendapat apresiasi dari Komandan Lanud Supadio, Marsekal Pertama (Marsma) Minggit Tribowo. Danlanud berharap, dengan prestasi ini, maka kedua petinju bisa terus berkembang, menuju pertarungan dunia atau internasional.

Petinju muda Kalbar, binaan Lanud Supadio,Ari Agustian meraih kemenangan knock out (KO), pada ronde pertama, dengan mengkanvaskan lawannya, Jack Langoni, pada Kelas Bulu 57 Kg. Ari bertarung pada partai tambahan Kejuaraan Tinju Internasional World Boxing Council (WBC), di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (9/9/2017).

“Saya sangat apresiasi dan bangga, terutama atas prestasi dari Ari Agustian, yang merupakan binaan Lanud Supadio,” ujar Danlanud, saat dihubungi lawangkuari.com, Minggu (10/9/2017).

Dukungan Lanud Supadio terhadap para petinju muda Kalbar, lanjut Danlanud terus dikembangkan. Tidak hanya menyiapkan sarana dan prasaran, namun Marsma Minggit selalu hadir pada setiap kegiatan para petinju, termasuk juga mengunjungi saat para petinju berlatih.

“Saya terus mendukung, memberikan support, sehingga para petinju meraih prestasi tertinggi. Komitmen ini, terus saya dan jajaran Lanud Supadio jaga,” tuturnya.

Salah satu dukungan terbesar yang ditunjukkan adalah, rencana menggelar kejuaraan Tinju Internasional di Kalbar. Event ini akan digelar pada akhir tahun 2017. Diharapkan, dengan adanya kejuaraan Tinju Internasional di Bumi Khatulistiwa, maka Cabor ini semakin terkenal.

“Semakin banyak event yang diikuti oleh pentinju kita, maka akan semakin besar kesempatan meraih prestasi internasional. Saya berharap, semua stakeholder bisa mendukung,” kata Marsma Minggit.

Pelatih Tinju Kalbar, Damians Yordan menjelaskan, pertarungan partai tambahan yang diikuti oleh Ari Agustian, merupakan ajang pemanasan sebelum berangkat ke Manado, pada 28 September 2017, untuk menghadapi Jasen BB pada event Kejuaraan Tinju Nasional.

“Ari juga kita siapkan pada Kejuaraan Perebutan Sabuk Emas Presiden RI di Jakarta, pada 28 November 2017. Kita berharap, pertarungan-pertarungan yang dilakukan Ari, membuatnya semakin siap,” papar Damianus.

Dengan kemenangan KO pada ronde-ronde awal, lanjut pelatih Tinju, yang merupakan kakak kandung Juara Tinju WBA International ini, menunjukkan bahwa dua petinjunya punya performa yang luas biasa. Bertarung di level nasional, akan jadi modal besar bagi para petinju muda menghadapi pertarungan memperebutkan gelar juara sejati.

“Saya berterima kasih kepada semua pihak, terutama Danlanud Supadio, Marsma Minggit Tribowo, yang telah memberikan dukungan maksimal, bahkan Beliau turun langsung memantau persiapan petinju saat latihan,” katanya.

Bang Dami, panggilannya menjelaskan, tampilnya dua petinju muda Kalbar pada partai tambahan kejuaraan internasional yang digelar Promotor Martin Daniel bersama ko-promotor Nelson Nainggolan, merupakan sebuah prestasi. Pertarungan internasional ini berlangsung di Balai Sarbini, Semanggi, Jakarta, Sabtu (9/9/2017).

Kejuaraan mulai dibuka pada pukul 14.00 WIB, bersama Komisi Tinju Profesional Indonesia (KTPI). Pembukaan menampilkan partai pemulamdan tambahan. Sementara partai internasional Indonesia versus Thailand, dimulai pada pukul 21.00 WIB.

Adapun petinju yang tampil di kelas WBC Asian Boxing Council Continental Featherweight Title, antara James Mokoginta (Indonesia) melawan Manot Comput (Thailand). Yang kedua adalah Kejuaraan Kelas Bantam Super (Vacant WBC Asian Boxing Council Continental Super Bantamweight Title, amtara Ruben Manakane (Indonesia) melawan Taweechai Juntarasuk (Thailand).

“Totalnya ada 20 pertarungan, termasuk dua petinju muda Kalbar. Semoga ke depannya, semakin banyak stakeholder yang bisa mendukung para petinju kita,” pungkas Bang Dami. (amy)

LEAVE A REPLY