Penerbang Skadron Udara I Elang Khatulistiwa, Mengangkasa di Malam Hari

281
Siap mengangkasa, PARA penerbang pesawat tempur Skadron Udara (Skadud) 1 Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio, melaksanakan latihan terbang tempur pada malam. Kegiatan ini berlangdung empat hari, yang mulai pada 11-14 September 2017.

PARA penerbang pesawat tempur Skadron Udara (Skadud) 1 Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio, melaksanakan latihan terbang tempur pada malam. Kegiatan ini berlangdung empat hari, yang mulai pada 11-14 September 2017.

Danlanud Supadio, Marsma TNI Minggit Tribowo mengatakan, kegiatan latihan memiliki tujuan guna meningkatkan profesionalitas para penerbang. Mampu dan terlatuh dalam semua kondisi.

“Makanya, latihan terbang malam ini merupakan satu di antara silabus latihan, yang harus ditempuh oleh seluruh “fighter”, yang lebih dikenal dengan julukan Elang Khatulistiwa,” papar Marsma Minggit.

Menurut Danlanud, pelaksanaan terbang malam ini memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi, apabila dibandingkan dengan terbang pada siang hari. Penerbang lebih banyak menggunakan instrument pesawat dibandingkan dengan penggunaan visual, seperti pelaksanaan terbang pada siang hari

Untuk itu, lanjut orang nomor di Lanud Supadio ini, latihan terbang malam sangat penting dilaksanakan sebab akan melatih tingkat konsentrasi dan akurasi pengendalian pesawat.

“Setiap penerbang malam ini harus memiliki konsentrasi tinggi sehingga pada saat melaksanakan berbagai manuver terbang dapat terlaksana dengan baik dan aman,” ungkapnya.

Selain itu, latihan malam ini jga sangat menekankan pentingnya faktor keselamatan bagi seluruh personel. Baik penerbang, teknisi, maupun personel pendukung lainnya, termasuk memperhatikan kondisi cuaca yang beberapa hari terakhir cenderung berubah dengan cepat.

“Saya meminta seluruh personel agar tetap mengutamakan faktor keselamatan selama pelaksanaan latihan terbang malam. Pastikan seluruh persiapan yang dilakukan sudah sesuai dengan S.O.P yang telah ditetapkan, termasuk memperhatikan situasi cuaca yang terjadi”, terang Danlanud.

Danlanud menjelaskan, sebagai penerbang tempur, kemampuan melaksanakan terbang pada malam hari merupakan suatu keharusan, hal ini sangat dibutuhkan apabila dihadapkan dengan tantangan tugas para penerbang.

“Penerbang kita siapkan mampu melaksanakan tugas dalam semua kondisi. Agar betul-betul mampu melaksanakan oprasional tugas secara optimal,” pungkasnya. (amy)

LEAVE A REPLY