Tim Kajian Wantimpres RI Himpun Data di Lanud Supadio

183
Tim Kajian Wantrimpres RI, yang dipimpin leh Masekal Muda Dwi Putranto, berfoto bersama dengan Danlanud Supadio, Masekal Pertama Minggit Tribowo, usai paparanrencana Realignment Flight Information Region (FIR) di atas kepulauan Riau dan Natuna yang hingga saat ini masih dioperasionalkan oleh Singapura.

KUBU RAYA, LK – Tim Kajian Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (Watimpres RI), mengunjungi Lanud Supadio, Selasa (12/9/2017). Kedatangan tim Watimpres ini terlait dengan rencana Realignment Flight Information Region (FIR) di atas kepulauan Riau dan Natuna yang hingga saat ini masih dioperasionalkan oleh Singapura.

Kedatangan tim yang dipimpin oleh Marsekal Muda TNI A Dwi Putranto ini disambut langsung oleh Danlanud Supadio, Marsekal Pertama TNI Minggit Tribowo, S.IP beserta seluruh pejabat jajarannya di VIP Room Lanud Supadio.

Pada sambutannya Danlanud menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus menyampaikan rasa bangganya atas kunjungan yang dilakukan oleh tim kajian Watimpres RI. Danlanud juga menyampaikan bahwa, Lanud Supadio sangat mendukung rencana Realignment FIR sekaligus akan menyiapkan berbagai data-data  dan informasi yang dibutuhkan oleh tim kajian selama berada di Lanud Supadio.

“Atas nama segenap warga Lanud Supadio kami menyampaikan ucapan selamat datang kepada ketua tim Watimpres RI beserta seluruh rombongan. Selama di Lanud Supadio kami akan mendukung tim kajian Watimpres dalam menghimpun ataupun mencari data-data yang diperlukan,” kata Danlanud.

Marsma Minggit menjelaskan, Lanud Supadio yang sudah naik tipe sejak 2015, memiliki beberapa satuan tempur, dengan kemampuan terbaik. Adapun satuan-satuan tersebut, selalu siap sedia menjaga kedaulatan udara Bumi Khatulistiwa.

“Lanud Supadio punya Wing 7, yang membawahi Skadron Udara I dan Skadron Udara 51, dengan pesawat tanpa awak. Kemudian ada Yonko 465 Paskhas dan Denhanud 473 Paskhas,” paparnya.

Ketua tim kajian Wantimpres RI, Marsda Dwi Putranto menuturkan, kedatangan Tim Wantimpres RI ke Lanud Supadio bertujuan untuk mencari dan menghimpun data serta informasi terkait realignment FIRdi atas kepulauan Riau dan Natuna guna optimalisasi kesiapan pengambilan FIR yang selama ini dioperasionalkan oleh negara Singapura.

Adapun data atau informasi yang akan dihimpun oleh tim kajian ini di antaranya  adalah peran, tugas dan tanggung jawab  dari masing-masing kementrian yang terkait dengan Realignment FIR, baik sarana prasarana, tugas, fungsi dan tanggung jawab setiap satuan yang berada di bawah kementrian terkait tersebut. Selain itu juga dibutuh kesiapan Badan SAR Nasional (Basarnas) dan ketersedian informasi yang berhubungan dengan cuaca dalam hal ini adalah Badan Meteorologi, Krimatologi dan Geofisika (BMKG)

“Pencarian dan penghimpunan data ini sudah dimulai sejak Mei, dan akan dilaporkan ke Presiden pada akhir Oktober, dalam bentuk tulisan. Bahan ini akan jadi pertimbangan Presiden untuk menentukan sikap,” kata Marsda Dwi.

Pengumpulan dan penghimpunan data-data tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai instansi dan stakeholder, agar persiapan sarana serta prasana pengoperasian FIR bisa segera diwujudkan. Marsda Dwi mengakui, bukan pekerjaan mudah mengambil alih pengoperasian FIR.

“Kita harus siapkan berbagai hal, karena masalah FIR dipantau langsung oleh ICAO, sebagai lembaga internasional yang berwenang mengwasi tata laksana operasional udara,” tuturnya. (amy)

LEAVE A REPLY