Warga Lanud Supadio Nikmati Nobar Film G30S/PKI

106
Danwing Udara 7 Lanud Supadio, Kolonel Pnb Muhammad Yani Amirullah, menyampaikan sambutan Danlanud Supadio, Marsma Minggit Tribowo, pada Nobar Flm G30S/PKI di Graha Teddy Kustari, Sabtu (30/9/2017).

KUBU RAYA, LK – Jajaran Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Supadio, menggelar Nonton Bareng (Nobar) Film G 30 S/PKI, di Graha Teddy Kustari (GTK) Sabtu (30/9/2017). Kegiatan ini dimulai pada pukul 19.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan yang dibuka oleh Komandan Wing (Danwing) Udara 7, Kolonel Pnb Muhammad Yani Amirullah ini, dihadiri ratusan pasang mata. Pemutaran film yang menunjukkan kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI), tidak hanya dihadiri oleh Keluarga Besar Lanud Supadio, namun juga para pelajar dan masyarakat di sekitar Lanud. Mereka turut menyaksikan film yang berdurasi 90 menit

Danwing Udara 7, yang mewakili Danlanud Supadio menjelaskan, pemutaran Film G 30 S/PKI di Lanud Supadio, merupakan perintah dari Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, kepada segenap prajurit TNI. Pemutaran film ini, lanjutnya untuk mengingatkan kepada seluruh anak bangsa dan generasi muda, agar peristiwa tersebut terulang kembali.

“Sejarah kelam ini tidak boleh terulang kembali, karena sangat menyakitkan. Ini yang jadi salah satu tujuan pemutaran film tersebut,” ujar Kolonel M Yani.

Prajurit dan masyarakat Lanud Supadio, menyaksikan pemutaran Film G30S/PKI, yang diadakan oleh jajaran Lanud Supadio, Sabtu (30/9) di Gedung Graha Kustari.

Selain itu, papar Danwing, pemutaran film kekejaman G 30 S/PKI, juga dilakukan untuk menjelaskan fakta-fakta sejarah bagi seluruh anak bangsa, khususnya generasi muda Indonesia. Film yang disutradai Arifin C Noor tersebut, bukan untuk mendiskreditkan siapa yang salah, juga bukan untuk menumbuhkan dendam.

“Tetapi memberikan gambaran, jangan sampai peristiwa kelam tersebut terulang. Oleh karenanya, generasi muda, harus memahami dengan baik,” tuturnya.

“Di sisi lain, pemutaran film ini juga mengingatkan generasi muda dan prajurit-prajurit TNI, agar tidak melupakan sejarah. Semua elemen bangsa, harus bersatu dan tidak mudah dipecah belah,” lanjut Danwing.

Kolonel Yani menhelaskan, generasi muda harus tahu, bahwa bangsa Indonesia pernah punya sejarah yang hitam. Dengan menyaksikan film ini, hendaknya jangan sampai terprovokasi dan terpengaruh.

“Namun, justru meningkatkan persatuan dan kesatuan, supaya tidak terulang lagi peristiwa yang menyedihkan tersebut,” tutur perwira menengah TNI AU, yang baru saja menjadi Komandan Upacara (Danup) HUT Proklamsi RI ke-72.

Randi (17), pelajar SMA di Kubu Raya mengaku sangat antusias menyaksikan film kekejaman PKI yang digelar oleh Lanud Supadio. Ia menyatakan, belum pernah menyaksikan film tersebut secara langsung, sehingga saat ada undangan dari Lanud, ia langsung menghadirinya.

“Saya berterima kasih kepada jajaran Lanud Supadio, yang mengundang Nibar film ini.  Dengan menyaksikan film ini, maka saya mengetahui dan memahami kekejaman PKI,” ujar pelajar SMA Taman Mulia.

Pemuda yang mengaku hobi bermain Futsal tersebut, berharap peristiwa dan sejarah kelam Bangsa Indonesia ini, tidak terulang kembali. Ia sebagai pemuda dan generasi penerus bangsa, bertekad untuk belajar untuk menghargai perjuangan para pahlawan.

“Untuk itu, saya akan terus menempa diri, termasuk memahami sejarah, terutama dengan belajar yang lebih rajin,” pungkasnya. (amy)

LEAVE A REPLY