Pesawat Militer Latihan Bersama Camar Indopura Temukan Sasaran Mencurigakan di Selat Karimata

225
Pesawat militer Singapura jenis F-50 MPA dari 121 ST Sqn RSAF, berhasil menemukan sejumlah sasaran di perairan Selat Karimata. Sararan bergerak tersebut, ditemukan setelah F-50 MPA, bertolak dari Lanud Supadio Pontianak, Selasa (10/10/2017).

KUBU RAYA, LK – Pesawat militer Singapura jenis F-50 MPA dari 121 ST Sqn RSAF, berhasil menemukan sejumlah sasaran di perairan Selat Karimata. Sararan bergerak tersebut, ditemukan setelah F-50 MPA, bertolak dari Lanud Supadio Pontianak, Selasa (10/10/2017).

Pesawat yang diawaki oleh Mayor David Lim dan Mayor Sebastian Chay langsung melaksanakan identifikasi terhadap sasaran mencurigakan tersebut. Setelah mendapatkan sejumlah data-data tentang sasaran yang diidentifikasi, baik koordinat maupun sejumlah hasil foto udara, maka informasi tersebut langsung diteruskan ke TNI Angkatan Udara (AU).

Seketika TNI AU, langsung menerbangkan satu pesawat Patroli Maritim (Patmar) jenis Boeing 737-200 Skadron Udara (Skadud) 5 Lanud Hasanuddin, Makasar yang bertolak dari Lanud Supadio, pada koordinat yang telah diterima.

Pesawat Patroli Maritim (Patmar) jenis Boeing 737-200 Skadron Udara (Skadud) 5 Lanud Hasanuddin, Makasar yang bertolak dari Lanud Supadio, pada koordinat yang telah diterima.

Pesawat Patmar yang dipiloti Letkol Pnb Ahmad Iwan dan Kapten Pnb Dentabella, langsung melaksanakan tugasnya dalam mengidentifikasi sasaran guna mendapatkan sejumlah data-data yang diperlukan menggunakan teknologi photo udara.

Setelah mengantongi data-data yang diperlukan, pesawat Patmar TNI AU ini kembali ke Lanud Supadio guna memproses data-data sasaran yang didapatkan untuk selanjutnya disesuaikan dengan hasil identifikasi yang dilakukan oleh pesawat militer Singapura.

Kronologis kejadian diatas merupakan skenario latihan bersama antara TNI AU dengan Republic of Singapore Air Force yang bertajuk “AMX Camar Indopura XXIV/2017” di mana Lanud Supadio ditunjuk sebagai posko pelaksanaan latihan.

Selain bertujuan meningkatkan hubungan kerjasama antar dua angkatan udara, latihan bersama ini juga bertujuan meningkatkan kemampuan personel khususnya dalam bidang pengindentifikasian sasaran-sasaran yang mencurigakan yang berada di wilayah laut kedua negara yang bertetangga dengan menggunakan alutsista pesawat pengintai.

Latihan yang direncanakan selama 4 hari ini melibatkan lebih dari 50 personel dari kedua angkatan udara.

Danlanud Supadio, Marsekal Pertama TNI Minggit Tribowo saat diwawancarai sejumlah awak media menyampaikan bahwa, latihan bersama ini sangat besar manfaatnya bagi segenap prajurit karena pada latihan ini personel angkatan udara kedua negara bisa saling berbagi pengetahuan, informasi maupun bertukar pengalaman sehingga akan meningkatkan kemampuan para prajurit dalam melaksanakan tugas.

“Selain meningkatkan hubungan kerjasama kedua negara dalam bidang kemiliteran, latihan bersama ini sangat besar manfaatnya bagi prajurit, mengingat pada latihan ini para prajurit kedua angkatan udara saling berbagi pengetahuan, informasi maupun saling bertukar pengalaman,” ucap Danlanud. (amy)

LEAVE A REPLY