Wara Lanud Supadio Latihan Menembak Laras Panjang

131
WANITA Angkatan Udara (Wara) Pangkalan TNI AU (Lanud ) Supadio selalu siap siaga. Salah satu unjuk kesiapsiagaan tersebut adalah rutin menggelar latihan menembak, sebagai syarat kemampuan utama anggota TNI. Latihan menembak laras pendek atau pistol. Latihan menembak yang dilaksanakan tiga bulan sekali ini, digelar di lapangan tembak Batalyon Komando (Yonko) 465 Paskhas Brajamusti, Jumat (20/10/2017).

WANITA Angkatan Udara (Wara) Pangkalan TNI AU (Lanud ) Supadio selalu siap siaga. Salah satu unjuk kesiapsiagaan tersebut adalah rutin menggelar latihan menembak, sebagai syarat kemampuan utama anggota TNI.

Bersama para Perwira, anggota Satpomau, dan Satintel, Wara Lanud Supadio, latihan menembak laras pendek atau pistol. Latihan menembak yang dilaksanakan tiga bulan sekali ini, digelar di lapangan tembak Batalyon Komando (Yonko) 465 Paskhas Brajamusti, Jumat (20/10/2017).

Menurut Kasi Senjata Dislog (Kasisen) Lanud Supadio, Mayor Tek Zulkifli, memasuki triwulan keempat, prajurit Lanud Supadio kembali melaksanakan latihan menembak laras panjang dan laras pendek. Latihan ini sebagai sarana memelihara dan meningkatkan kemampuan menembak setiap prajurit di jajaran Lanud Supadio.

“Untuk menembak pistol menggunakan amunisi berjumlah 10 butir dengan 3 butir percobaan dan jarak tembak 75 meter sedangan menembak laras panjang yang diperuntukkan bagi seluruh anggota direncanakan akan dilaksanakan minggu depan,” jelas Kasisen.

Ia menambahkan sebelum latihan menembak semua personel diberikan arahan tentang penggunaan senjata yang baik dan benar sehingga dalam pelaksanaannya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Dalam pelaksanaan menembak setiap personel wajib memperhatikan safety atau keamanan baik itu senjata, pribadi maupun lingkungan sekitar.  Untuk itu setiap penembak harus mematuhi aturan dan taat terhadap perintah yang diberikah oleh para pelatih,” paparnya.

Salah seorang anggota Wara, Serda Yustika mengakui sangat bersemangat latihan menembak pistol. Maklum saja, lulusan Semaba Wara PK tahun 2017 ini, baru dua ikut menembak selama berdinas di Lanud Supadio.

“Setiap ada latihan menembak baik itu laras panjang dan pistol anggota wara termasuk saya selalu mengikutinya karena latihan ini sangat penting bagi setiap prajurit dalam meningkatkan kemampuan menembak,” kata Bintara Wara yang berdinas di Seksi hukum Lanud Supadio.

Peran aktif Wara ini, selalu diapresiasi oleh Danlanud Supadio, Marsma TNI Minggit Tribowo, S.IP. Ia juga meminta Wara di lingkungan Lanud Supadio, bisa meningkatkan profesionalisme.

“Saya meminta semua Wara di Lanud Supadio, bisa meningkatkan kinerja dan karya. Harus semakin baik, dan terukur, sehingga jadi andalan dan harapan satuan,” papar Danlanud.

Menurutnya, Wara harus terus mengevaluasi dan introspeksi atas keberadaannya. Dengan hal tersebut, maka selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam meningkatkan profesionalitas Wara ke depan.

Marsma Minggit menjelaskan, konsekuensi yang dituntut dari seorang prajurit Wara sangat berat. Karena di samping tanggung jawabnya sebagai seorang prajurit TNI AU, yang dituntut profesional, Wara juga harus memikul norma-norma kewanitaan yang khas, sebagai perempuan Indonesia.

“Apalagi bila berstatus istri dan ibu dari anak-anaknya, jelas punya tugas ganda, yang tidak selalu ringan. Namun, dengan profesionalitas, maka semuanya bisa dijalankan,” tuturnya.

Oleh karena itu, Wara Lanud Supadio harus memupuk semangat juang, untuk menjadi perempuan Indonesia terhormat, yang mampu menjalankan multi peran dengan sebaik-baiknya. Peran ini adalah sebagai Wara yang tangguh, serta wanita Indonesia yang terhormat. (*)

LEAVE A REPLY