Danlanud Supadio Meriahkan Puncak Event Robo’ Robo’ di Mempawah

598
KOMANDAN Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio, Marsekal Pertama (Marsma) Minggit Tribowo, S.IP, menghadiri puncak festival budaya Robo’ Robo’ 2017. Turut mendampingi Danlanud, Ketua Persatuan Istri TNI AU (PIA) Ardhya Garini Cabang D.I/19 Lanud Supadio, Ny Wanty Minggit Tribowo.

KOMANDAN Pangkalan TNI AU (Danlanud) Supadio, Marsekal Pertama (Marsma) Minggit Tribowo, S.IP, menghadiri puncak festival budaya Robo’ Robo’ 2017, di Kuala Mempawah. Turut mendampingi Danlanud, Ketua Persatuan Istri TNI AU (PIA) Ardhya Garini Cabang D.I/19 Lanud Supadio, Ny Wanty Minggit Tribowo.

Marsma Minggit dan rombongan tiba di Kuala Mempawah, tempat dipusatkannya event tahunan ini, Rabu (15/1/2017) pagi WIB. Selain Danlanud dan Ketua PIA Ardhya Garini Cabang D.I/19 Lanud Supadio, tampak beberapa perwira Lanud dan anggota PIA lainnya.

Danlanud menyatakan, kehadiran jajarannya pada puncak festival budaya Robo’ Robo’ 2017 merupakan salah satu cara menghargai dan menjaga eksistensi budaya yang ada di Kalbar. Dengan turut menjaga budaya, Lanud Supadio membuktikan peran aktif pada berbagai bidang pembangunan.

“Lanud juga jadi instansi yang turut serta mengembangkan kearifan lokal. Salah satunya adalah berperan secara nyata pada berbagai event budaya, salah satunya Robo’ Robo’,” kata Marsma Minggit Tribowo.

Perwira tinggi TNI AU alumnus Akademi Angkatan Udara (AAU) 1991 ini, juga telah menyandang gelar kebangsawanan Keraton Amantubillah Mempawah. Ia bergelar Pangeran Gastiadi Dirgantara, Marsekal Pertama TNI Minggit Tribowo.

Menurutnya, dengan gelar tersebut, secara tidak langsung, maka ia memiliki kewajiban moral untuk mengangkat dan menjaga marwah leluhur Keraton Amantubillah Mempawah. Oleh karena itu, setiap tahunnya, Marsma Minggit dan jajaran selalu hadir dan memeriahkan event Robo’ Robo’ 2017.

“Pada tahun ini, kita turut memeriahkan event Robo’ Robo’ 2017, dengan aktraksi (flaypast) pesawat tempur Hawk 100/200. Selain itu, kami juga menyelenggarakan Supadio Indonesia Jaya 2017, di Lanud Supadio, pada Kamis (16/11/2017),” paparnya.

KOMANDAN Pangkalan TNI AU (Danlanud) Supadio, Marsekal Pertama (Marsma) Minggit Tribowo, S.IP, menerima cinderamata, saat menghadiri puncak festival budaya Robo’ Robo’ 2017, di Kuala Mempawah. Turut mendampingi Danlanud, Ketua Persatuan Istri TNI AU (PIA) Ardhya Garini Cabang D.I/19 Lanud Supadio, Ny Wanty Minggit Tribowo.

Pada kesempatan tersebut, Danlanud dan Ny Wanty mendapat cinderamata berupa badik, yang langsung diserahkan oleh Raja Keraton Amantubillah Mempawah,, Pangeran Ratu Dr Mardhan Adijaya Kesuma Ibrahim.

“Terima kasih atas sambutan Sultan, Pemkab, dan masyarakat Mempawah. Lanud Supadio akan terus menjalin harmonisasi dengan semua pihak, terutama masyarakat Mempawah,” tutur Marsma Minggit.

Pangeran Ratu Dr Mardhan Adijaya Kesuma Ibrahim sangat mengapresiasi kehadiran Danlanud dan jajarannya. Ia mengaku terharu dan bangga, pejabat tinggi TNI seperti Danlanud sangat memperhatikan pelestarian budaya di Kalbar.

“Beliau pejabat tinggi yang law profile, penuh dedikasi, dan merakyat. Hal ini beliau buktikan dengan hadir dan membaur bersama masyarakat di Mempawah,” ujar Pangeran Ratu.

Raja Mempawah mengatakan, event Robo’ Robo’ pada tahun ini, dijadikan ajang untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa awal mula nama Mempawah itu ditandai dengan datangnya Opu Daeng Manambon ke Kuala Mempawah.

KOMANDAN Pangkalan TNI AU (Danlanud) Supadio, Marsekal Pertama (Marsma) Minggit Tribowo, S.IP, memukul rebana, saat menghadiri puncak festival budaya Robo’ Robo’ 2017, di Kuala Mempawah. Turut mendampingi Danlanud, Ketua Persatuan Istri TNI AU (PIA) Ardhya Garini Cabang D.I/19 Lanud Supadio, Ny Wanty Minggit Tribowo.

“Kita tidak boleh melupakan bahwa awal jadinya mempawah, bukan hanya pada pergantian nama dari kabupaten Pontianak menjadi Kabupaten mempawah yang berkaitan dengan Robo’ Robo’,” katanya.

Ia menjelaskan, mengatakan Robo’ Robo’ merupakan tanda dari tentang merayakan kebersamaan. Terdapat makna yang terkandung untuk menyatukan sebuh persatuan dengan merangkul seluruh komponen masyarakat tanpa memandang latar belakang suku dan agama.

“Selain itu merupakan sebagai refleksi diri untuk menjadi lebih baik. Seperti tradisi buang-buang terdapat makna untuk membuang sifat jelek, prasanka buruk,” papar Pangeran Ratu.

Selain itu, pada Selasa (14/11/2017), ada rangkaian kegiatan bertuana yang berarti untuk mengumpulkan semua etnis masyarakat baik dari hulu dan pesisir.

“Robo’ Robo tahun ini, kita juga melibatkan unsur TNI, baik Angkatan Darat, Laut, dan Udara. Saudara-saudara kita ini turut memeriahkan dan menyemarakan, yang menandakan bahwa kita selalu bersatu,” ujarnya. (amy)

LEAVE A REPLY