Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Selenggarakan Gala Desa Pontianak 2017

169
Ketua panitia penyelenggara Gala Desa 2017 di Kota Pontianak, Ahmad Jamalong. Pria yang juga merupakan wasit Sepak Takraw Internasional berlisensi ISTAF ini mengatakan, Gala Desa Pontianak 2017, akan dibuka secara resmi oleh Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Kamis (23/11/2017), di Kampuas IKIP PGRI Pontianak, Jalan Ampera. Gala Desa ini akan berlangsung hingga sepekan mendatang.

FAKULTAS Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) IKIP PGRI Pontianak, dipercaya menjadi penyelenggara Gala Desa 2017. Kejuaraan olahraga yang menampilkan enam Cabor ini, digagas oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Menurut ketua panitia penyelenggara, Ahmad Jamalong, Gala Desa 2017 di Kota Pontianak akan dibuka secara resmi oleh Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Kamis (23/11), di Kampuas IKIP PGRI Pontianak, Jalan Ampera. Gala Desa ini akan berlangsung hingga sepekan mendatang.

“Gala Desa 2017 Kota Pontianak, melibatkan masyarakat olahraga dan mahasiwa di Kalbar. Kegiatan ini didukung oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata  (Disporapar) Kota Pontianak,” ujarnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Dekan FPOK IKIP PGRI Pontianak ini menjelaskan, Gala Desa merupakan salah satu program Ayo Olahraga dari Kemenpora, selain Gowes Pesona Nusantara (GPN) dan Liga Sepakbola Pelajar (LSP). Program ini sengaja dirancang untuk menambah kebugaran dan kesehatan dari masyarakat Indonesia.

Adapun enam Cabor yang akan dipertandingkan antara lain Sepakbola, Sepak Takraw, Tenis Meja, Bola Voli, Bulutangkis, dan Atletik. Seluruh pertandingan diikuti peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum, mewakili desanya masing-masing.

“Enam Cabor yang dipertandingkan ini, dipilih berdasarkan popularitas dan kedekatan dengan budaya Indonesia. Jadi sesuai dengan visi dan misi Bidang Olahraga Indonesia, yaitu membangun olahraga yang bisa berjaya di Olimpiade,” tuturnya.

Jamalong mencontohkan, Cabor Sepak Takraw, yang merupakan olahraga asli dari Indonesia, harus dipopulerkan. Olahraga harus terus kenalkan, agar orang tertarik memainkannya.

“Apalagi, Sepak Takraw menjadi salah satu Cabor yang dilombakan di Asian Games 2018 di Indonesia, Jakarta dan Palembang,” kata Jamalong.

Pria yang juga seorang Wasit Internasional Sepak Takraw berlisensi Internastional Sepak Takraw Federation (ISTAF) ini berharap, dengan adanya Gala Desa di Pontianak 2017, maka dunia olahraga Kalbar bisa semakin berkembang.

Kepala Disporapar Kota Pontianak, Syarif Saleh Al-Kadrie mengapresiasi IKIP PGRI Pontianak, yang bisa menyelenggarakan event berstandar nasional ini. Ia berharap, dengan banyaknya penyelenggaraan kejuaraan di Kota Pontianak, bisa meningkatkan prestasi atlet.

“Gala Desa bisa jadi momentum mengembalikan kejayaan olahraga Indonesia. Tidak ada cara lain untuk mewujudkannya, selain mengajak partisipasi masyarakat lewat gerakan ini. Tiada prestasi tanpa partisipasi yang serius dari seluruh lapisan masyarakat” ujar Syarif Saleh.

Kadis berharap, semua atlet, panitia, dan berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan ini bisa bersatu padu, membangun olahraga dengan mengutamakan sportivitas. Sehingga, nantinya didapat juara yang benar-benar adalah atlet berprestasi.

“Jadikan ajang ini sebagai wadah pengembangan bakat dan prestasi. Bertanding dan berlomba dengan menjunjung sportivitas, sebagai rohnya olahraga,” katanya.

Syarif menilai, apa yang telah dilakukan FPOK IKIP PGRI, dengan menggelar Gala Desa Pontianaka 2017, menandai adanya sinergisitas dan kerja sama yang baik, dalam memajukan olahraha di Kota Pontianak dan Kalbar.

“Membangun olahraga, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja. Harus semua pihak berperan, sehingga terwujud harmonisasi pembangunan,” pungkasnya. (amy)

LEAVE A REPLY