Tim Crash Lanud Supadio Selamatkan Penerbang Hawk 100/200

120
PULUHAN personel Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio, yang merupakan gabungan tim crash, berhasil melaksanakan misi penyelamatan terhadap pilot Pesawat Tempur Hawk type 100/200. Penerbang pesawat tempur andalan Skadron Udara I (Skadud I) tersebut, crash saat akan mendarat di Lanud Supadio, Rabu (22/11/2017).

PULUHAN personel Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio, yang merupakan gabungan tim crash, berhasil melaksanakan misi penyelamatan terhadap pilot Pesawat Tempur Hawk type 100/200. Penerbang pesawat tempur andalan Skadron Udara I (Skadud I) tersebut, crash saat akan mendarat di Lanud Supadio, Rabu (22/11/2017).

Musibah ini pun segera mendapat penanganan dari tim crash, yang dengan sigap mengevakuasi penerbang yang mengawaki pesawat tersebut.  Tim crash Lanud Supadio, terdiri dari unsur Baseops, Skadud 1, SAR dari Batalyon 465 Paskhas, Satpomau, dan kesehatan dari RSAU dr M Sutomo Lanud Supadio, bahu membahu menangani crash pesawat tersebut.

Tim juga diisi oleh unsur pengamanan dan intelijen, Pemadam Kebakaran (PMK), dan unsur pendukung lainnya. Mereka sigap mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan korban.

Tahap pertama penanganan dilakukan oleh unsur PMK, dengan memadamkan api yang menghanguskan ban pesawat. Setelah api padam dan kondisi engine pesawat masih hidup, unsur SAR melaksanakan shutdown engine, yang kemudian mengevakuasi penerbang yang ada di kokpit.

PULUHAN personel Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio, yang merupakan gabungan tim crash, berhasil melaksanakan misi penyelamatan terhadap pilot Pesawat Tempur Hawk type 100/200. Penerbang pesawat tempur andalan Skadron Udara I (Skadud I) tersebut, crash saat akan mendarat di Lanud Supadio, Rabu (22/11/2017).

Kemudian tim kesehatan dari RSAU dr M Sutomo, mengevakuasi penerbang tersebut, dengan membawanya ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSAU, untuk diberikan pertolongan lebih lanjut.

Dari unsur Intel dan Satpomau melaksanakan pengamanan Alutsista yang mengalami accident tersebut.  Selain mencegah terjadinya kebocoran informasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, yang melihat dan mengupload terjadinya peristiwa accident.

Peristiwa tersebut di atas, merupakan skenario latihan Crash Team yang dilaksanakan oleh 65 personel gabungan Lanud Supadio, di Skadud 1.

Menurut Kepala Seksi Operrasi dan Latihan, (Kasiopslat) Lanud Supadio, yang juga merupakan koordinator latihan, Mayor Pnb IGN Adi Brata, latihan rutin ini terus dilakukan, termasuk mendayagunakan Crash Team.

“Pesawat Hawk 100/200, milik Skadud 1 Lanud Supadio, jadi andalan pertahanan udara dan pangkalan. Untuk itu, para penerbangnya terus melaksanakan latihan terbang, dalam rangka meningkatkan profesional para penerbangnya,” papar Mayor Pnb Adi Brata.

Mayor Adi menjelaskan, Lanud Supadio merupakan pangkalan induk, yang mempunyai dua Skadud. Oleh karenanya, latihan crash team ini sangat diperlukan bagi para personel, terutama yang terlibat langsung bila terjadi accident pesawat.

“Dengan adanya latihan ini, maka personel dapat mengasah dan meningkatkan ketrampilannya, terutama saat terjadi accident,” ujarnya.

PULUHAN personel Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio, yang merupakan gabungan tim crash, berhasil melaksanakan misi penyelamatan terhadap pilot Pesawat Tempur Hawk type 100/200. Penerbang pesawat tempur andalan Skadron Udara I (Skadud I) tersebut crash saat akan mendarat di Lanud Supadio, Rabu (22/11/2017).

Danlanud Supadio, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Minggit Tribowo mengapresiasi latihan crash team, yang cekatan dan dalam konsentrasi penuh, saat menangani adanya kecelakaan pesawat.

“Semua personel sangat sigap dan cekatan, mereka tahu tugasnya masing-masing. Sehingga, adanya crash di pangkalan bisa ditangani dengan baik,” tuturnya.

Marsma Minggit pun berharap, dengan adanya latihan rutin Crash Team, bisa meningkatkan profesional personel, dalam rangka mengurangi kerugian meteriil maupun immateriil. Di sisi lain, latihan ini bertujuan mencapai koordinasi yang terpadu, pada setiap unsur yang terlibat pada tugas ini

“Simulasi yang kita lakukan adalah, seoalah-olah ada pesawat tempur yang trouble, sehingga pilotnya harus mendapatkan penanganan medis. Oleh karenanya, tim gabungan langsung turun tangan,” pungkasnya. (amy)

 

LEAVE A REPLY