Wabup Subandrio: Meski Efisiensi Anggaran, Bantuan untuk “Jalan Menuju Surga” Tetap Prioritas
- account_circle Kom/Tim
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

Wakil Bupati Sekadau Subandrio hadiri Harlah ke-4 Ponpes Zainul Maarif dan NU ke-100. Tegaskan dukungan pemerintah untuk pendidikan moral dan bantuan hibah rumah ibadah. (Foto: Komf.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LawangKuari.Com — Wakil Bupati Sekadau, Subandrio, menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-4 Pondok Pesantren Zainul Maarif yang digabungkan dengan peringatan Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 pada Rabu (28/01/2026). Acara yang berlangsung di Desa Maboh Permai, Kecamatan Belitang ini dihadiri oleh para tokoh agama, pengurus NU, ratusan santri, serta masyarakat setempat yang memenuhi lokasi kegiatan.
Pondok Pesantren Zainul Maarif sendiri merupakan institusi pendidikan yang berdiri sejak tahun 2021 di bawah asuhan Ustadz Bagus Fitrianto. Pesantren ini fokus pada pendidikan moral dan pemahaman Islam berlandaskan nilai-nilai Ahlussunah wal Jamaah.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Subandrio memberikan ucapan selamat kepada pihak pesantren dan keluarga besar NU. Ia berharap lembaga pendidikan dan organisasi keagamaan terus menjadi mitra kuat pemerintah dalam mendidik generasi muda.
“Selamat Harlah Pondok Pesantren Zainul Maarif dan Harlah NU ke-100. Semoga terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencetak generasi yang berakhlak dan berilmu,” ujar Subandrio.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan hadirnya KH. Ahmad Muwafiq atau yang akrab disapa Gus Muwafiq pada malam harinya. Ulama kondang ini memberikan ceramah mengenai sejarah peradaban Islam di Indonesia dengan gaya yang moderat dan penuh makna kebangsaan.
Subandrio pun mengajak seluruh jemaah untuk menyimak dengan seksama pesan-pesan yang disampaikan oleh Gus Muwafiq agar bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di Kabupaten Sekadau.
“Saya minta jemaah mendengarkan dengan baik kajian ini karena akan menambah wawasan kita tentang cara hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ucapnya di hadapan para undangan.
Selain memberikan pesan moral, Wakil Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sekadau tetap berkomitmen memberikan bantuan dana hibah kepada lembaga keagamaan meski kondisi keuangan daerah sedang mengalami penyesuaian.
Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 lalu, pemkab telah membantu pembangunan gedung baru di tiga pondok pesantren. Untuk tahun 2026, meskipun ada pengurangan anggaran pembangunan fisik secara besar-besaran, bantuan untuk sektor keagamaan tetap diperhatikan.
“Tahun 2026 kita mengalami efisiensi anggaran sebesar Rp230 miliar, sehingga hampir tidak bisa membangun infrastruktur jalan. Tapi tidak masalah, yang penting jalan menuju surga tetap kita bantu,” tuturnya yang langsung disambut tepuk tangan riuh dari para jemaah.
Melalui dukungan tersebut, pemerintah berharap pondok pesantren bisa terus menjalankan fungsinya sebagai pusat pembinaan karakter bagi masyarakat agar Kabupaten Sekadau tetap aman dan bermartabat.
- Penulis: Kom/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar