Breaking News
Trending Tags
Beranda » News » Panjatkan Doa Lewat Tradisi, Warga Dusun Sarik Sekadau Gelar Ritual Adat Tolak Bala Pasca Banjir

Panjatkan Doa Lewat Tradisi, Warga Dusun Sarik Sekadau Gelar Ritual Adat Tolak Bala Pasca Banjir

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LawangKuari.Com – Di tengah proses pemulihan fisik usai diterjang banjir, warga Dusun Sarik, Desa Nanga Mongko, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, memilih jalur spiritual untuk menguatkan batin. Masyarakat menggelar ritual adat Tolak Bala sebagai bentuk doa bersama memohon keselamatan dan perlindungan bagi seluruh warga, Sabtu (10/1/2026).

Prosesi yang dimulai pukul 10.00 WIB ini merupakan tradisi turun-temurun masyarakat adat Dayak Kancin’k. Ritual ini diyakini sebagai cara untuk membersihkan wilayah dari energi negatif dan menjauhkan masyarakat dari marabahaya setelah tertimpa musibah.

Kapolres Sekadau, AKBP Andhika Wiratama, melalui Kasi Humas AKP Triyono, menyampaikan bahwa pihak kepolisian sangat menghormati kearifan lokal ini sebagai bagian dari pemulihan psikologis masyarakat.

“Melalui adat Tolak Bala, masyarakat menyalurkan harapan dan doa agar pasca banjir tidak muncul penyakit, serta kehidupan warga bisa kembali berjalan normal seperti sediakala,” ujar AKP Triyono.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Nanga Mongko, Anselmus Kristomoyo, Ketua Adat Dayak Kancin’k Dusun Sarik, serta warga yang terdampak banjir. Tak ketinggalan,
Bhabinkamtibmas Desa Nanga Mongko, Briptu Lukas, turut hadir mendampingi warga sebagai bentuk empati dan dukungan Polri.

Kehadiran aparat di tengah ritual adat ini memperlihatkan kedekatan antara kepolisian dengan masyarakat, terutama di masa-masa sulit pasca bencana. Prosesi berlangsung sangat khidmat, di mana seluruh warga larut dalam doa dan harapan yang sama.

AKP Triyono menambahkan bahwa ritual ini tidak hanya sekadar tradisi, tetapi juga menjadi pemantik semangat gotong royong antarwarga. Dengan ketenangan batin yang didapat dari doa bersama, proses pembersihan lingkungan dan rumah diharapkan bisa berjalan lebih ringan.

“Polri mendukung setiap upaya positif masyarakat yang bertujuan memulihkan kondisi sosial dan mental warga. Solidaritas yang kuat terlihat jelas dalam ritual ini,” jelasnya.

Pemerintah dan aparat setempat berharap semangat dari ritual Tolak Bala ini membawa ketenangan bagi masyarakat Dusun Sarik, sekaligus menjadi awal yang baik untuk memulai kembali aktivitas normal tanpa dihantui rasa trauma akibat bencana banjir.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Tim Redaksi
  • Sumber: Humas Polres

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Bentuk Satgas, Anggaran Pascabencana Sumatra Capai Rp60 Triliun

    Pemerintah Bentuk Satgas, Anggaran Pascabencana Sumatra Capai Rp60 Triliun

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Lawang Kuari
    • 0Komentar

    LawangKuari.com – Pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatra mencapai sekitar Rp60 triliun. Dana tersebut disiapkan di luar anggaran rutin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan akan difokuskan pada pemulihan infrastruktur serta sektor pertanian yang mengalami kerusakan signifikan. Setelah rangkaian bencana besar melanda sejumlah daerah di Sumatra, pemerintah kini mengalihkan perhatian […]

  • Sanggau Bergoyang! Judika dan Hijau Daun Siap Hibur 7.000 Penonton di Damai Fest 2026

    Sanggau Bergoyang! Judika dan Hijau Daun Siap Hibur 7.000 Penonton di Damai Fest 2026

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    LawangKuari.Com — Kabupaten Sanggau bersiap menyambut kemeriahan konser musik berskala besar “Damai Fest Symphony Of Heart Tahun 2026” yang akan menghadirkan bintang tamu nasional, Judika dan Band Hijau Daun. Polres Sanggau bersama panitia penyelenggara telah menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk mematangkan kesiapan pengamanan dan teknis pelaksanaan pada Selasa (20/1/2026) di Ruang PPKO Polres Sanggau. Ketua […]

  • Simak 7 strategi Ade Rai untuk mengontrol rasa lapar saat puasa, mulai dari nutrisi rendah karbo hingga manajemen pola pikir tepat.

    Simak 7 strategi Ade Rai untuk mengontrol rasa lapar saat puasa, mulai dari nutrisi rendah karbo hingga manajemen pola pikir tepat.

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

      Memahami Kesiapan Tubuh dalam Menghadapi Transisi Energi Rasa lemas dan lapar yang berlebihan saat memulai ibadah puasa sering kali menjadi tantangan utama. Menurut pakar kesehatan dan binaragawan, Ade Rai, kondisi ini umumnya dipicu oleh ketergantungan tubuh pada karbohidrat (carb dependent). Ketika seseorang terbiasa mengonsumsi gula dan tepung secara rutin, tubuh akan mengalami reaksi “kaget” […]

  • Penemuan Bayi di Bokak Sebumbun Temui Titik Terang, Polisi Sebut Ibu Bayi Sempat Tak Terbuka

    Penemuan Bayi di Bokak Sebumbun Temui Titik Terang, Polisi Sebut Ibu Bayi Sempat Tak Terbuka

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    LawangKuari.Com — Polres Sekadau memberikan penjelasan resmi terkait penemuan bayi laki-laki yang sempat menghebohkan warga di sebuah rumah makan di Desa Bokak Sebumbun, Kecamatan Sekadau Hilir. Peristiwa tersebut mulai terungkap pada Senin (2/2/2026) malam. Pihak kepolisian segera bergerak cepat ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat yang merasa curiga dengan situasi di rumah makan tersebut. […]

  • Tips Mengolah Pisang Terlalu Matang Agar Tidak Terbuang Menurut Mama Akbar Alicia

    Tips Mengolah Pisang Terlalu Matang Agar Tidak Terbuang Menurut Mama Akbar Alicia

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Keyin
    • 0Komentar

        LawangKuari.Com – Memanfaatkan sisa bahan makanan di dapur kini menjadi salah satu langkah efektif untuk menekan angka limbah rumah tangga. Salah satu bahan pangan yang sering dianggap tidak layak konsumsi saat kulitnya mulai menghitam adalah buah pisang. Padahal, buah dalam kondisi tersebut masih memiliki manfaat besar jika diolah dengan cara yang tepat. Melalui […]

  • Lahan Sawit PT CUT di Areal PIPPIB Disegel, Ancaman Pidana dan Denda Rp10 M

    Lahan Sawit PT CUT di Areal PIPPIB Disegel, Ancaman Pidana dan Denda Rp10 M

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    LawangKuari.Com – Pemerintah Kabupaten Sanggau mengambil tindakan tegas dengan menyegel lahan milik PT Cipta Usaha Tani (CUT) seluas 60 hektare. Penyegelan ini dilakukan karena perusahaan menanam sawit di atas areal yang masuk dalam Peta Indikatif Penghentian Pemberian Izin Baru (PIPPIB) tahun 2025. Aksi penyegelan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau, Aswin Khatib, didampingi […]

expand_less