3 Prinsip Menyusun Materi Public Speaking agar Tampil Percaya Diri ala Maya Rachma
- account_circle Anisa
- calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
- print Cetak

3 Prinsip Menyusun Materi Public Speaking agar Tampil Percaya Diri ala Maya Rachma ( FOTO : YouTube )
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LawangKuari.Com– Rasa percaya diri saat berbicara di depan umum atau public speaking sering kali dianggap sebagai bakat alami. Namun, pakar komunikasi Maya Rachma menegaskan bahwa kepercayaan diri yang sesungguhnya berakar dari persiapan materi yang matang, bukan sekadar keberanian mental.
Menurut Maya Rachma, hanya pembicara yang mempersiapkan diri dengan baik yang layak memiliki rasa percaya diri di atas panggung. Persiapan yang kuat menjadi kunci utama untuk mengikis keraguan saat tampil di hadapan audiens.
“Cari tahu informasi audiens Anda, mulai dari tingkat pendidikan, keahlian, hingga latar belakang budaya mereka,” jelas Maya dalam sebuah keterangannya melalui kanal YouTube yang diakses pada Sabtu (17/1/2026).
Berikut adalah tiga prinsip dasar dalam menyusun materi agar presentasi Anda lebih memikat, berbobot, dan efektif.
1. Relevansi Materi dengan Karakteristik Audiens
Langkah awal sebelum menulis naskah adalah mengenali siapa yang akan mendengarkan Anda. Maya menekankan pentingnya analisis audiens agar pesan yang disampaikan tepat sasaran. Dengan memahami latar belakang pendengar, seorang pembicara dapat:
Menganalisis Kebutuhan: Menyampaikan informasi baru yang relevan dan dibutuhkan audiens.
Menyesuaikan Bahasa: Menghindari istilah teknis atau jargon yang sulit dimengerti jika berbicara di depan masyarakat awam.
Membangun Kedekatan: Mencegah materi yang terlalu umum agar audiens tidak merasa bosan.
2. Struktur Materi yang Terorganisasi (Well-Constructed)
Informasi yang disampaikan secara acak cenderung membingungkan. Maya Rachma menyarankan agar materi disusun secara sistematis yang terdiri dari bagian Pembukaan (Opening), Isi (Body), dan Penutup (Closing).
Untuk bagian isi, pembicara dapat memilih alur penyampaian yang paling sesuai, seperti:
Kronologi: Berdasarkan urutan waktu.
Masalah dan Solusi: Mengangkat hambatan dan memberikan jalan keluar.
Sebab dan Akibat: Menjelaskan latar belakang sebuah fenomena.
Subtopik: Membagi materi ke dalam poin-poin bahasan yang ringkas.
Struktur yang jelas membantu audiens mengikuti alur pembicaraan dengan mudah, layaknya mengikuti denah bangunan yang tertata rapi.
3. Penjelasan Mendalam Berbasis Fakta (Well-Explained)
Prinsip terakhir adalah memastikan setiap poin pembicaraan didukung oleh data yang valid. Maya memperingatkan agar pembicara tidak memberikan “materi kosong” yang hanya berisi opini tanpa bukti pendukung.
Guna memperkuat kredibilitas, pembicara dapat menggunakan elemen tambahan seperti:
Analogi dan Contoh: Mempermudah audiens memahami konsep yang abstrak.
Data Statistik: Memberikan landasan objektif pada pernyataan.
Testimoni Ahli: Mendukung klaim agar lebih meyakinkan.
Maya mengibaratkan materi yang kuat seperti bangunan dengan fondasi kokoh yang tidak mudah dipatahkan oleh argumen lain. Sebaliknya, materi tanpa data akan terlihat rapuh dan kurang tepercaya.
Menjadi pembicara handal adalah buah dari kedisiplinan dalam bersiap. Dengan menerapkan kesesuaian audiens, struktur yang rapi, dan fakta yang kuat, seorang pembicara dapat membangun fondasi untuk tampil penuh wibawa dan percaya diri.
- Penulis: Anisa
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Kanal YouTube Maya Rachma

Saat ini belum ada komentar