Breaking News
Trending Tags
Beranda » Artikel » Rahasia Mindset Kaya Etnis Tionghoa: Seni Menabung Receh untuk Aset Masa Depan

Rahasia Mindset Kaya Etnis Tionghoa: Seni Menabung Receh untuk Aset Masa Depan

  • account_circle Anisa
  • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

LawangKuari.Com – Fenomena gaya hidup sederhana yang dimiliki oleh individu dengan aset melimpah, seperti bangunan komersial hingga bisnis mapan, sering kali menarik perhatian masyarakat. Pola hidup ini banyak ditemukan pada masyarakat etnis Tionghoa, di mana kunci keberhasilannya bukan sekadar pada besarnya pendapatan, melainkan pada kebiasaan konsisten yang dikenal sebagai “Seni Menabung Receh”.

Dikutip dari ulasan kanal YouTube Asupan Otak, praktik ini bukan hanya tentang mengumpulkan uang logam di celengan. Ini adalah sebuah pembentukan mentalitas dan disiplin dari hal-hal kecil untuk menciptakan kemapanan finansial di masa depan.

Manajemen Keuangan: Sisihkan di Awal Bukan di Akhir

Salah satu kesalahan mendasar dalam pengelolaan keuangan adalah menabung dari sisa konsumsi. Masyarakat Tionghoa menerapkan prinsip sebaliknya. Mereka memahami bahwa jika seseorang menunggu sisa uang di akhir bulan, sering kali tidak akan ada dana yang tersisa.

Setiap kali menerima pendapatan, berapa pun jumlahnya, mereka langsung memisahkan sebagian untuk disimpan. Strategi ini bertujuan untuk membangun kebiasaan dan menganggap dana tersebut sebagai “uang yang tidak ada”, sehingga tidak terpakai untuk keperluan konsumsi harian.

Filosofi Tetesan Air dalam Menghargai Rupiah

Banyak orang meremehkan uang pecahan kecil atau recehan karena dianggap tidak memiliki nilai besar. Namun, pola pikir sukses justru melihat setiap rupiah sebagai potensi akumulasi yang besar melalui Prinsip Tetesan Air.

Logikanya sederhana: tetesan air yang jatuh terus-menerus perlahan akan memenuhi sebuah guci. Sebagai gambaran, konsistensi menabung Rp10.000 per hari akan menghasilkan Rp3,6 juta dalam setahun. Jika nominalnya ditingkatkan menjadi Rp20.000, maka dalam setahun terkumpul Rp7,2 juta yang bisa dijadikan modal awal usaha atau biaya pengembangan diri.

Mengelola “Uang Dingin” sebagai Alat Produksi

Dalam strategi keuangan ini, masyarakat Tionghoa kerap memisahkan uang ke dalam wadah khusus sebagai uang dingin. Dana ini tidak digunakan untuk pamer atau mengejar gaya hidup, melainkan dipersiapkan untuk momen yang tepat.

Ada tiga fungsi utama dari uang dingin ini:

Peluru Investasi: Digunakan saat muncul peluang bisnis yang menguntungkan.
Modal Darurat: Sebagai jaring pengaman saat terjadi krisis finansial.
Latihan Kesabaran: Melatih mental agar tidak tergiur pada hasil yang instan.

Selain itu, mindset utama yang ditanamkan adalah menjadikan uang sebagai alat produksi, bukan alat belanja. Fokusnya berpindah dari “apa yang bisa dibeli” menjadi “apa yang bisa dihasilkan” dari uang tersebut.

Pentingnya Menunda Kepuasan (Delayed Gratification)

Jebakan finansial terbesar saat ini adalah keinginan untuk memberikan penghargaan diri (self-reward) secara berlebihan. Pola pikir yang membawa pada kemapanan justru menyarankan untuk menunda kepuasan hari ini demi kebebasan finansial di masa depan.

Alih-alih membeli kendaraan baru hanya untuk kebutuhan prestise di media sosial, mereka lebih memilih memutar uang tersebut untuk stok dagangan atau aset produktif seperti ruko.

Kekayaan sejati pada akhirnya dibentuk dari kebiasaan kecil yang disiplin. Jika seseorang tidak mampu mengelola uang Rp10.000 dengan baik, maka ia akan kesulitan mengelola Rp10 juta. Menghargai setiap recehan adalah langkah awal untuk memenuhi “guci” keuangan di masa depan.

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peristiwa Pilu di Kampung Rojok, Anak 11 Tahub Tenggelam Terjebak Tali Bawah Jamban

    Peristiwa Pilu di Kampung Rojok, Anak 11 Tahub Tenggelam Terjebak Tali Bawah Jamban

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Mus Mussin
    • 0Komentar

    LawangKuari.Com – Kabar duka menyelimuti warga Kampung Rojok, Dusun Teribang, Desa Seberang Kapuas. Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam saat sedang asyik bermain dan mandi di Sungai Kapuas, Kecamatan Sekadau Hilir, Sabtu (17/1/2026). Insiden memilukan tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Kapolres Sekadau, AKBP Andhika Wiratama, melalui Kasi Humas AKP […]

  • Strategi Scholar’s Mate: Cara Jitu Melakukan Sekakmat Kilat dalam 4 Langkah

    Strategi Scholar’s Mate: Cara Jitu Melakukan Sekakmat Kilat dalam 4 Langkah

    • calendar_month 19 jam yang lalu
    • account_circle Keyvin
    • 0Komentar

      LawangKuari.Com – Dalam dunia catur, terdapat sebuah teknik penyerangan kilat yang sangat melegenda bernama Scholar’s Mate. Strategi ini sangat populer, terutama di tingkat pemula, karena kemampuannya mengakhiri perlawanan musuh hanya dalam empat langkah awal. Kunci utama dari teknik ini adalah kecerdikan dalam mengeksploitasi titik lemah pertahanan lawan di awal laga. Urutan Langkah Presisi Menuju […]

  • Cetak Rekor MURI! Kalbar Panen Raya Jagung Serentak di Bengkayang dan Kubu Raya

    Cetak Rekor MURI! Kalbar Panen Raya Jagung Serentak di Bengkayang dan Kubu Raya

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    LawangKuari.Com – Provinsi Kalimantan Barat menorehkan prestasi gemilang dalam sektor pertanian nasional. Selain melaksanakan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025, Bumi Khatulistiwa juga berhasil memecahkan Rekor MURI dalam kegiatan yang dipusatkan di Kabupaten Bengkayang dan diikuti secara daring dari Desa Jawa Tengah, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (8/1/2026). Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, didampingi […]

  • Guncang Pontianak, Proliga 2026 Dimulai 8 Januari: Cek Harga Tiket dan Lokasi Belinya!

    Guncang Pontianak, Proliga 2026 Dimulai 8 Januari: Cek Harga Tiket dan Lokasi Belinya!

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    LawangKuari.Com – Turnamen bola voli profesional paling bergengsi di tanah air, Proliga 2026, resmi kembali menyapa para penggemar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Ajang ini menjadi momentum besar bagi kebangkitan olahraga voli nasional sekaligus menjadi hiburan kelas atas bagi masyarakat Kalimantan Barat yang dikenal memiliki antusiasme luar biasa. Gelaran Proliga 2026 di Pontianak dijadwalkan berlangsung […]

  • Kinerja Hulu Migas Membaik, Target Lifting Minyak 2025 Akhirnya Terpenuhi

    Kinerja Hulu Migas Membaik, Target Lifting Minyak 2025 Akhirnya Terpenuhi

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Lawang Kuari
    • 0Komentar

    LawangKuari.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi produksi minyak mentah atau lifting migas sepanjang 2025 mencapai target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Capaian tersebut menjadi yang pertama dalam lebih dari satu dekade terakhir. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan realisasi lifting minyak pada 2025 mencapai 605.300 barel per […]

  • Setelah Proliga, Pontianak Siap Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Voli Asia AVC Championship 2026!

    Setelah Proliga, Pontianak Siap Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Voli Asia AVC Championship 2026!

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    LawangKuari.Com – Setelah sukses menjadi tuan rumah Proliga Bola Voli 2026, Provinsi Kalimantan Barat kini bersiap menyongsong gelaran yang lebih besar lagi. Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menegaskan komitmen Pemprov untuk membawa Pontianak sebagai destinasi utama olahraga nasional dan internasional, dengan target utama menjadi tuan rumah kejuaraan voli tingkat Asia. Hal tersebut disampaikan Gubernur Ria Norsan […]

expand_less