Lestarikan Budaya Lewat Festival Melayu IV, Bupati Aron: Ini Wadah Kita Cari Bakat ke Tingkat Provinsi
- account_circle Kom/Tim
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

Bupati Sekadau Aron resmi membuka Festival Melayu IV di Rumah Melayu. Ajang pelestarian budaya dan pencarian bakat seni Melayu menuju tingkat provinsi. (Foto: Fb/TawakBorneo)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LawangKuari.Com — Suasana meriah menyelimuti halaman Rumah Melayu Kabupaten Sekadau saat Bupati Sekadau, Aron, secara resmi membuka Festival Melayu ke-IV pada Sabtu (31/1/2026) malam. Ribuan masyarakat tampak antusias memadati lokasi untuk menyaksikan pembukaan ajang seni budaya tahunan tersebut.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting, mulai dari Sekda Sekadau Mohammad Isa, Ketua TP PKK Magdalena Susilawati Aron, Raja Kusuma Negara Sekadau Gusti M. Effendy, hingga jajaran pimpinan DPRD dan perwakilan Polres Sekadau.
Ketua Panitia Pelaksana, Abang Irwandi, menjelaskan bahwa festival ini merupakan program kerja DPD Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Sekadau. Kegiatan ini bertujuan sebagai pusat pembinaan seni sekaligus sarana untuk menjaring talenta lokal yang potensial.
“Maksud kegiatan ini sebagai wadah untuk mencari bakat yang potensial guna mewakili Kabupaten Sekadau di tingkat yang lebih tinggi atau festival Melayu di tingkat provinsi nanti,” ungkap Abang Irwandi dalam laporannya.
Senada dengan hal itu, Ketua MABM Kabupaten Sekadau, Syafei Yanto, mengapresiasi kerja keras seluruh panitia. Ia juga memberikan pesan khusus kepada para peserta lomba agar tidak hanya mengejar kemenangan semata.
“Kepada seluruh peserta, silakan berlomba dengan mengedepankan semangat kekeluargaan. Menang dan kalah adalah hal biasa, namun adab dalam perlombaan adalah yang utama,” pesannya kepada para talenta muda Melayu.
Bupati Sekadau, Aron, dalam arahannya menegaskan bahwa keberadaan Rumah Melayu harus dimanfaatkan sebagai pusat pelestarian tradisi. Ia merasa bangga melihat antusiasme masyarakat yang hadir, yang membuktikan kecintaan warga terhadap budaya sendiri.
“Ketika kita mendirikan bangunan Rumah Melayu ini, kita berharap ini menjadi tempat kita bersama. Malam hari ini kita melihat masyarakat yang hadir sangat luar biasa, dan tugas kita bersama untuk terus melestarikan adat budaya Melayu,” ujar Bupati Aron.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini sangat sejalan dengan visi besar pemerintah daerah, yaitu mewujudkan Kabupaten Sekadau yang Maju, Sejahtera, dan Bermartabat melalui penguatan nilai-nilai kebudayaan.
Festival Melayu ke-IV ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai dari 31 Januari hingga penutupan pada 3 Februari 2026. Berbagai perlombaan tradisional dan penampilan seni akan menghibur warga Sekadau di lokasi tersebut.
- Penulis: Kom/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar