Breaking News
Trending Tags
Beranda » Bumi Lawang Kuari » Baru Seumur Jagung Sudah Hancur, Kondisi Air Mancur Simpang Tiga Tua Kekecewaan

Baru Seumur Jagung Sudah Hancur, Kondisi Air Mancur Simpang Tiga Tua Kekecewaan

  • account_circle Mus Mussin
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LawangKuari.Com — Kondisi air mancur di Simpang Tiga Sekadau yang dibangun menggunakan anggaran Pemerintah Provinsi tahun 2023 kembali menjadi bahan pembicaraan. Fasilitas yang seharusnya mempercantik wajah kota itu kini tampak rusak dan tidak terurus meski usianya masih sangat baru.

Melihat kondisi tersebut, Eks Ketua DPRD Sekadau, Albertus Pinus, meminta agar pihak berwenang segera melakukan audit terhadap proyek tersebut. Hal ini disampaikannya saat berada di Sekadau pada Selasa (21/1/2026).

Albertus menekankan bahwa pemeriksaan menyeluruh sangat penting untuk melihat bagaimana uang negara tersebut digunakan, mulai dari perencanaan, proses pembangunan, hingga tahap pengelolaan aset setelah selesai dikerjakan.

“Audit itu untuk melihat apakah perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan aset ini sudah sesuai aturan atau belum. Tujuannya agar jelas di mana letak masalahnya,” ujar Albertus memberikan masukan.

Ia mengaku sangat menyayangkan kondisi air mancur yang sudah rusak parah padahal belum genap berusia tiga tahun. Padahal, proyek tersebut memakan biaya yang tidak sedikit dan bersumber dari dana masyarakat.

“Belum lama dibangun, belum sampai belasan tahun, tapi kondisinya sudah hancur seperti ini. Sebagai masyarakat, kami sangat kecewa. Ini uang negara, uang rakyat, tapi tidak dijaga dengan baik oleh penyelenggara daerah,” tegas Ketua DPRD Sekadau periode 2014-2019 ini.

Menurutnya, audit diperlukan agar ada pertanggungjawaban yang jelas kepada publik. Ia tidak ingin pembangunan yang masuk ke daerah hanya menjadi pemborosan tanpa ada pemeliharaan yang nyata.

Albertus juga menyoroti lemahnya kerja sama antar instansi di lingkungan pemerintah daerah dalam mengurus aset yang sudah diserahkan. Ia meminta dinas terkait jangan saling lempar tanggung jawab.

“Setiap pembangunan yang masuk seharusnya jelas diserahkan kepada pemerintah daerah. Lingkungan hidup atau dinas terkait harus menjalankan perannya masing-masing, jangan sampai aset sudah diserahkan tapi tidak ada yang mengurus,” katanya dengan nada kecewa.

Ia berharap hasil audit nanti bisa menjadi pelajaran berharga bagi kebijakan pemerintah ke depan. Setiap proyek pembangunan harus dipastikan benar-benar dirawat agar manfaatnya bisa dirasakan lama oleh masyarakat banyak.

“Kita minta audit ini supaya ada dampak nyata, bukan hanya sekadar formalitas. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi di masa mendatang,” tutupnya.

  • Penulis: Mus Mussin
  • Editor: Abu Alif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gas LPG Langka dan Mahal, Bupati Sintang Semprot Pemilik Agen yang Mangkir Rapat

    Gas LPG Langka dan Mahal, Bupati Sintang Semprot Pemilik Agen yang Mangkir Rapat

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    LawangKuari.Com – Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya saat memimpin rapat koordinasi terkait kelangkaan dan melambungnya harga gas LPG bersubsidi di Kabupaten Sintang. Rapat yang digelar di Ruang Rapat Sekretaris Daerah pada Kamis (15/1/2026) tersebut berlangsung dengan tensi tinggi. Kekecewaan Bupati Bala bermula saat ia melakukan absensi langsung peserta rapat. Dari 7 […]

  • Gagal Hindari Mobil yang Putar Balik, Seorang Pelajar Tewas dalam Kecelakaan di Beduai Sanggau

    Gagal Hindari Mobil yang Putar Balik, Seorang Pelajar Tewas dalam Kecelakaan di Beduai Sanggau

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    LawangKuari.Com – Kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa kembali terjadi di wilayah hukum Kabupaten Sanggau. Seorang pelajar berinisial AVB (17) dilaporkan meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak sebuah mobil penumpang di Jalan Raya Beduai, Dusun Muara Beduai, Desa Kasromego, Kecamatan Beduai, Jumat pagi (9/1/2026). Insiden tragis tersebut terjadi sekitar pukul 07.10 WIB, bertepatan […]

  • Menbud Tegaskan Komitmen Revitalisasi Keraton

    Menbud Tegaskan Komitmen Revitalisasi Keraton

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Lawang Kuari
    • 0Komentar

    LawangKuari.com – Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan berencana merevitalisasi keraton dan kesultanan yang ada di Indonesia sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya nasional. Revitalisasi tersebut akan dilakukan berdasarkan permintaan dari masing-masing pihak keraton. Hal itu disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (17/1/2026). Dalam agenda tersebut, Fadli mengunjungi […]

  • Tak Kunjung Tuntas, BPM Kalbar Desak Polda Tangkap “Edi Choy” Cukong Utama Oli Palsu

    Tak Kunjung Tuntas, BPM Kalbar Desak Polda Tangkap “Edi Choy” Cukong Utama Oli Palsu

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    LawangKuari.Com — Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat kembali melayangkan desakan keras terkait penegakan hukum peredaran oli palsu di wilayah tersebut. Organisasi ini mengkritik tajam kinerja Polda Kalbar yang dinilai lamban dalam menangani kasus yang telah meresahkan masyarakat sejak tahun lalu. Ketua BPM Kalbar, Gusti Edy, menyebut belum ada perkembangan memuaskan pasca aksi unjuk rasa […]

  • Tips Membuat Martabak Teflon Pandan Keju yang Lembut dan Bersarang

    Tips Membuat Martabak Teflon Pandan Keju yang Lembut dan Bersarang

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Keyvin
    • 0Komentar

      LawangKuari.Com – Martabak manis atau yang dikenal dengan sebutan terang bulan merupakan kudapan populer yang digemari berbagai kalangan. Kini, hidangan favorit ini dapat dibuat secara mandiri di dapur rumah hanya dengan menggunakan alat sederhana seperti teflon. Namun, untuk menghasilkan tekstur yang lembut dan memiliki rongga atau “bersarang” secara sempurna, diperlukan ketepatan dalam teknik pencampuran […]

  • Waspada Banjir Rob Dua Meter di Pontianak, Wali Kota: Puncaknya Pagi Hari Hingga 7 Januari

    Waspada Banjir Rob Dua Meter di Pontianak, Wali Kota: Puncaknya Pagi Hari Hingga 7 Januari

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    LawangKuari.Com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menginstruksikan jajarannya untuk terus memantau kondisi banjir rob yang merendam sejumlah wilayah di Kota Pontianak. Berdasarkan data pemantauan terkini, ketinggian air pasang laut dilaporkan dapat mencapai puncaknya hingga dua meter di atas permukaan laut. Edi menjelaskan bahwa fenomena kenaikan muka air paling signifikan terpantau terjadi pada pagi […]

expand_less