Mengapa Gigi Tetap Kuning Meski Rajin Sikat Gigi? Ini Penjelasan Medis dan Solusinya
- account_circle Anisa
- calendar_month 16 jam yang lalu
- print Cetak

Mengapa Gigi Tetap Kuning Meski Rajin Sikat Gigi? Ini Penjelasan Medis dan Solusinya (FOTO : YouTube )
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lawang Kuari.Com – Memiliki deretan gigi putih cemerlang sering kali dianggap sebagai standar kebersihan mulut yang utama. Namun, banyak masyarakat yang merasa kurang percaya diri karena giginya tetap tampak kekuningan meski sudah rutin menyikat gigi. Berdasarkan informasi medis yang dihimpun dari kanal Ini Kata Dokter, warna gigi manusia sebenarnya sangat dipengaruhi oleh anatomi alami dan faktor genetik, bukan sekadar masalah kebersihan semata.
Memahami Struktur Alami Gigi Manusia
Secara medis, warna gigi ditentukan oleh dua lapisan utama. Pertama adalah enamel, lapisan terluar yang keras dan bersifat semi-transparan. Kedua adalah dentin, lapisan di bawah enamel yang lebih tebal dan secara alami memiliki warna kekuningan.
Karena sifat enamel yang transparan seperti kaca tipis, warna kuning dari dentin akan terpancar keluar. Hal inilah yang menyebabkan warna alami gigi setiap individu berbeda-beda sejak lahir, tergantung pada ketebalan dan kepadatan struktur gigi yang diwariskan secara genetik.
Faktor Penyebab Gigi Semakin Menguning
Selain faktor keturunan, terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan gigi tampak lebih gelap atau kusam seiring berjalannya waktu:
1. Penipisan Enamel: Kebiasaan menyikat gigi terlalu keras atau konsumsi makanan asam dapat mengikis enamel. Saat enamel menipis, warna kuning dentin akan terlihat lebih pekat.
2. Noda Eksternal: Sisa makanan dan minuman seperti kopi, teh, cokelat, serta paparan nikotin dari rokok yang menempel pada pori-pori enamel.
3. Faktor Internal: Pengaruh penggunaan obat-obatan tertentu di masa lalu (seperti tetrasiklin), trauma pada gigi, atau proses alami penuaan yang membuat dentin menebal.
Langkah Praktis Merawat Kecerahan Gigi di Rumah
Bagi masyarakat yang mengalami perubahan warna ringan, terdapat langkah-langkah sederhana dan aman yang dapat dilakukan untuk menjaga estetika gigi:
• Hidrasi yang Cukup: Memperbanyak minum air putih, terutama setelah mengonsumsi makanan berwarna pekat, membantu membilas noda sebelum menetap di enamel.
• Konsumsi Serat: Buah dan sayur renyah seperti apel dan wortel berfungsi sebagai pembersih alami serta merangsang produksi air liur untuk memperkuat lapisan pelindung gigi.
• Pemilihan Pasta Gigi: Menggunakan produk yang mengandung fluoride untuk mengangkat noda permukaan sekaligus menutrisi kembali enamel gigi.
Solusi Medis di Klinik Dokter Gigi
Jika perawatan mandiri dirasa kurang maksimal, prosedur medis profesional dapat menjadi pilihan yang lebih efektif dan terukur. Dokter gigi dapat melakukan tindakan seperti Scaling & Polishing untuk mengangkat karang gigi, hingga prosedur Bleaching menggunakan bahan hidrogen peroksida untuk meningkatkan kecerahan secara signifikan.
Untuk kasus yang lebih kompleks, seperti gigi yang menghitam akibat saraf mati atau noda permanen, dokter mungkin menyarankan tindakan Internal Bleaching atau pemasangan Veneer sebagai solusi estetika.
Penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa gigi kekuningan adalah hal yang normal secara fisiologis. Fokus utama tetap pada menjaga kekuatan enamel agar kesehatan mulut tetap terjaga dalam jangka panjang.
- Penulis: Anisa
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Kanal YouTube Ini Kata Dokter

Saat ini belum ada komentar