Prabowo: Program Makan Bergizi Gratis Serap Sekitar Satu Juta Tenaga Kerja
- account_circle Lawang Kuari
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

Presiden RI Prabowo Subianto. Foto: BPMI Setpres
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LawangKuari.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan sejumlah program prioritas pemerintah mulai memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemeriksaan kesehatan gratis, serta pemerataan fasilitas pendidikan dinilai memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Menurut Prabowo, program MBG saat ini telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 82 juta orang pada akhir 2026.
“Program ini bukan hanya soal gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah,” ujar Prabowo.
Ia menjelaskan, hingga kini terdapat 22.275 dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi. Selain itu, sebanyak 13.829 dapur masih dalam proses pengajuan dan penilaian.
Keberadaan dapur-dapur tersebut, kata Prabowo, telah menyerap sekitar satu juta tenaga kerja. Setiap dapur mempekerjakan rata-rata 50 orang dengan sistem upah harian.
Di bidang kesehatan, pemerintah memperluas akses layanan dasar melalui program pemeriksaan kesehatan gratis. Program ini telah menjangkau sekitar 70 juta warga.
“Ini pertama kali rakyat Indonesia mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dalam jumlah sebesar ini,” kata Prabowo.
Sementara di sektor pendidikan, pemerintah menargetkan pemerataan kualitas pembelajaran. Sebanyak 282.180 sekolah telah menerima fasilitas Interactive Flat Panel, termasuk sekolah-sekolah di wilayah terluar, tertinggal, dan terpencil.
Selain itu, Prabowo juga menyinggung pengelolaan aset negara melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Lembaga ini berfungsi sebagai sovereign wealth fund untuk mengelola aset negara secara profesional.
“Aset yang kita kelola nilainya sekitar 1.040 miliar dolar AS,” ujar Prabowo. (*/)
- Penulis: Lawang Kuari

Saat ini belum ada komentar