Banjir Rendam Nanga Mahap dan Nanga Taman, 3.725 Jiwa Terdampak Luapan Air
- account_circle Tim Liputan
- calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
- print Cetak

Banjir Rendam Nanga Mahap dan Nanga Taman, 3.725 Jiwa Terdampak Luapan Air. (Foto: Dok. BPBD Sekadau)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LawangKuari.Com – Bencana banjir dilaporkan melanda wilayah Kabupaten Sekadau sejak Rabu hingga Kamis (8/1/2026). Sebanyak tiga desa di dua kecamatan terendam air, yang memaksa ribuan warga harus menghadapi dampak luapan air di pemukiman mereka.
Koordinator Harian Pusdalops Penanggulangan Bencana (PB) Provinsi Kalimantan Barat, Daniel, mengonfirmasi bahwa banjir ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi. Pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memantau perkembangan debit air dan kondisi warga di lapangan.
“Telah terjadi banjir di Kabupaten Sekadau pada tanggal 7 sampai tanggal 8 Januari 2026. Ada tiga desa di dua kecamatan yang terdampak,” ujar Daniel saat memberikan keterangan pada Kamis sore (8/1/2026).
Berdasarkan data terkini dari Pusdalops PB Kalbar, Kecamatan Nanga Taman menjadi wilayah dengan dampak paling luas. Berikut rincian sebaran warga yang terdampak:
1. Desa Melati (Kecamatan Nanga Taman): Terdata sebanyak 459 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 902 jiwa yang terdampak luapan air.
2. Desa Mongko (Kecamatan Nanga Taman): Menjadi titik terdampak paling padat dengan jumlah 537 KK atau mencapai 1.921 jiwa.
3. Desa Lembah Beringin (Kecamatan Nanga Mahap): Tercatat sebanyak 417 KK atau sekitar 902 jiwa yang mengalami dampak serupa.
Jika ditotal secara keseluruhan, terdapat sekitar 3.725 jiwa yang kini harus waspada menghadapi kondisi banjir tersebut.
Saat ini, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau telah diterjunkan ke titik-titik lokasi bencana. Fokus utama petugas adalah melakukan kaji cepat serta memberikan bantuan evakuasi bagi kelompok rentan guna menjamin keselamatan warga.
“BPBD Kabupaten Sekadau sedang melakukan kaji cepat di lokasi bencana dan melakukan langkah-langkah evakuasi serta penyelamatan. Dari hasil kaji cepat nanti, pemerintah setempat akan melakukan upaya penanggulangan secara masif,” tambah Daniel.
Pemerintah mengimbau agar masyarakat yang berada di wilayah terdampak untuk tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca yang masih fluktuatif. Warga diminta untuk selalu mengikuti arahan petugas keamanan dan tim penyelamat di lapangan guna menghindari jatuhnya korban jiwa.
“Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat yang terdampak agar tetap bersabar dan tetap mengikuti arahan petugas kita di lapangan, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkas Daniel.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih bersiaga di lokasi untuk memantau potensi banjir susulan serta menyiapkan posko bantuan darurat bagi warga yang membutuhkan.
- Penulis: Tim Liputan
- Editor: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar