Waspada Banjir Rob Dua Meter di Pontianak, Wali Kota: Puncaknya Pagi Hari Hingga 7 Januari
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Senin, 5 Jan 2026
- print Cetak

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat meninjau wilayah yang tergenang akibat air pasang di Pontianak Barat bulan lalu. | Waspada Banjir Rob Dua Meter di Pontianak, Wali Kota: Puncaknya Pagi Hari Hingga 7 Januari. (Foto: Prokopim)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LawangKuari.Com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menginstruksikan jajarannya untuk terus memantau kondisi banjir rob yang merendam sejumlah wilayah di Kota Pontianak. Berdasarkan data pemantauan terkini, ketinggian air pasang laut dilaporkan dapat mencapai puncaknya hingga dua meter di atas permukaan laut.
Edi menjelaskan bahwa fenomena kenaikan muka air paling signifikan terpantau terjadi pada pagi hari. Sebaliknya, pada waktu siang hingga sore hari, ketinggian air cenderung stabil dan tidak menunjukkan peningkatan yang berarti.
“Untuk pagi hari memang terjadi kenaikan air. Namun pada siang sampai sore hari, kenaikannya tidak terlalu signifikan,” ujar Edi Rusdi Kamtono, Senin (5/1/2026).
Merujuk informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak pasang air laut atau banjir rob diperkirakan berlangsung dalam rentang tanggal 4 hingga 7 Januari 2026. Ketinggian air diprediksi mencapai dua meter dari muka air rata-rata, baik yang bersumber dari Sungai Kapuas maupun air laut.
Wali Kota memaparkan bahwa kondisi ini sudah mulai dirasakan sejak akhir pekan lalu dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga beberapa hari ke depan.
“Kondisi ini sudah dialami sejak tanggal 4 Januari, berlanjut pada tanggal 5 Januari dan diperkirakan masih berlangsung hingga tanggal 7 Januari,” jelas Edi merinci periode kerawanan tersebut.
Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa puncak pasang terjadi dalam durasi yang singkat, yakni antara pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Memasuki pukul 08.00 WIB, air mulai berangsur surut dengan penurunan yang tergolong cepat namun berarus deras.
“Grafik pasang surutnya sangat tajam, baik saat naik maupun turun. Artinya, arus air cukup deras, baik ketika pasang maupun saat surut,” katanya menambahkan.
Pemerintah Kota Pontianak menaruh perhatian khusus pada potensi risiko ganda. Kekhawatiran utama adalah jika fenomena pasang air laut ini terjadi bersamaan dengan intensitas hujan lebat dan angin kencang, yang dapat memicu kenaikan air lebih tinggi dari biasanya.
“Yang kita khawatirkan adalah jika saat pasang terjadi hujan lebat disertai angin kencang, karena dapat membuat air semakin tinggi,” ujarnya mengingatkan insiden serupa pada awal Desember lalu.
Sebagai langkah antisipasi, Wali Kota mengimbau seluruh masyarakat, terutama bagi warga yang bermukim di bantaran Sungai Kapuas dan kawasan dataran rendah, untuk meningkatkan kewaspadaan demi menjaga keselamatan dan meminimalisir dampak kerugian.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Prokopim

Saat ini belum ada komentar